Melalui jaringan backlink yang kami miliki merupakan penyedia jasa backlink menerima berbagai backlink Indonesia dengan layanan jasa backlink murah yang kami kelola secara manual dan profesional. Kami menawarkan jasa backlink terbaik. Bagaimana cara membeli backlink dari kami?. Silahkan 👉 Hubungi Kami! harga sangat terjangkau!

Content Placement

Berikut adalah daftar 50 situs Jaringan Backlink kami!
01. Backlink Indonesia 26. Iklan Maluku Utara
02. Backlink Termurah 27. Iklan Nusa Tenggara Barat
03. Cara Membeli Backlink 28. Iklan Nusa Tenggara Timur
04. Iklan Aceh 29. Iklan Online Indonesia
05. Iklan Bali 30. Iklan Papua
06. Iklan Bangka Belitung 31. Iklan Papua Barat
07. Iklan Banten 32. Iklan Riau
08. Iklan Bengkulu 33. Iklan Semesta
09. Iklan Dunia 34. Iklan Sulawesi Barat
10. Iklan Gorontalo 35. Iklan Sulawesi Selatan
11. Iklan Internet 36. Iklan Sulawesi Tengah
12. Iklan Jakarta 37. Iklan Sulawesi Tenggara
13. Iklan Jambi 38. Iklan Sulawesi Utara
14. Iklan Jawa Barat 39. Iklan Sumatra Barat
15. Iklan Jawa Tengah 40. Iklan Sumatra Selatan
16. Iklan Jawa Timur 41. Iklan Sumatra Utara
17. Iklan Kalimantan Barat 42. Iklan Terbaru
18. Iklan Kalimantan Selatan 43. Iklan Yogyakarta
19. Iklan Kalimantan Tengah 44. Jaringan Backlink
20. Iklan Kalimantan Timur 45. Jasa Backlink
21. Iklan Kalimantan Utara 46. Jasa Backlink Murah
22. Iklan Kepulauan Riau 47. Jasa Backlink Terbaik
23. Iklan Lampung 48. Jasa Backlink Termurah
24. Iklan Link 49. Media Backlink
25. Iklan Maluku 50. Raja Backlink

Kami jaringan backlink sebagai media backlink bisa juga menerima content placement yakni jasa backlink termurah kami di dalam artikel. Pesan segera jasa backlink termurah ini. Karena kami adalah raja backlink yang sebenarnya!

Peluang Agen Iklan Online
Tampilkan postingan dengan label TNI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TNI. Tampilkan semua postingan

TNI AL Apresiasi Penjaga Ambalat

Info informasi TNI AL Apresiasi Penjaga Ambalat atau artikel tentang TNI AL Apresiasi Penjaga Ambalat ini semoga dapat bermanfaat, dan menambah wawasan. Selamat Membaca! Jangan lupa dishare juga! Jika merasa artikel ini bermanfaat juga untuk orang lain.
Ilustrasi ?

Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia terwujud, salah satunya, berkat peran satuan tugas di perbatasan.

Peran prajurit TNI-AL sebagai penjaga perbatasan Indonesia-Malaysia di kawasan Ambalat, Kalimantan Utara, mendapat apresiasi khusus dari Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo.

Panglima TNI memerintah Komandan Gugus Tempur Laut Koarmatim (Guspurlatim) Laksamana Pertama TNI Ariawan menyerahkan bingkisan Lebaran kepada anggota Satgas Ambalat TNI-AL pada Selasa (5/7).

Hadiah diserahkan di Pos Komando Taktis Satuan Tugas Marinir Ambalat XX di Desa Sei Bajau, Tanjung Aru, Sebatik Timur, Kabupaten Nunukan.

Momen itu sekaligus menjadi kesempatan Ariawan berbuka puasa bersama seluruh prajurit matra laut yang bertugas di Ambalat.

Hadir dalam acara itu asisten operasi, asisten intelijen, komandan Lanal Nunukan, komandan KRI Pari, komandan KRI Sura, komandan kompi Satuan Tugas Marinir (Satgasmar) Pengamanan Pulau Terluar Ambalat XX, serta tokoh-tokoh agama dan tokoh masyarakat Sebatik.

Dalam arahannya, Ariawan menegaskan bahwa pemberian bingkisan Lebaran merupakan bentuk perhatian dan kepedulian pimpinan TNI kepada prajurit yang tetap bertugas ketika Lebaran.

Menurut komandan satgas pembebasan sandera di Filipina itu, pemberian hadiah tersebut sekaligus merupakan penghargaan kepada prajurit yang sedang melaksanakan tugas negara di perbatasan RI-Malaysia.

"Yakinlah bahwa pengabdian seluruh prajurit terhadap bangsa dan negara akan tercatat sebagai amal yang mendapatkan balasan dari Tuhan yang Mahaesa,'' katanya. (*/sep/c7/noe)
 

  ? Jawa Pos  


Demikian artikel tentang TNI AL Apresiasi Penjaga Ambalat ini dapat kami sampaikan, semoga artikel atau info tentang TNI AL Apresiasi Penjaga Ambalat ini, dapat bermanfaat. Jangan lupa dibagikan juga ya! Terima kasih banyak atas kunjungan nya.

Indonesia Taruh Tentara dalam Kapal

Info informasi Indonesia Taruh Tentara dalam Kapal atau artikel tentang Indonesia Taruh Tentara dalam Kapal ini semoga dapat bermanfaat, dan menambah wawasan. Selamat Membaca! Jangan lupa dishare juga! Jika merasa artikel ini bermanfaat juga untuk orang lain.
Antisipasi Pembajakan https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg_l6N853opErp7gBc753eaKg_lyf24gYLORI99OmKYgkyNgV7qk5AvPF1jMT-YyYkxv7E4txd6Kh_LtjzwjuBvM7Qmda_2g7-Bmi8bi_bvAoD9pgYeWJaung2GievuISlNdzazjKMNlP8/s1600/25072014+KRI+Clurit+641.jpgIlustrasi. (ANTARA/Vitalis Yogi Trisna) ?

Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan pemerintah telah menyepakati perjanjian bilateral antara Indonesia dan Filipina untuk menanggulangi masalah pembajakan di perairan perbatasan kedua negara.

Salah satu isi perjanjian bilateral itu, kata Luhut, terkait ketentuan pengawalan oleh kekuatan militer terhadap kapal berbendera Indonesia yang akan menuju Filipina, dan sebaliknya. Nantinya, setiap kapal yang mengangkut komoditas ekonomi akan dikawal personel Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Hal itu dilakukan untuk mencegah aksi penyanderaan oleh kelompok bersenjata di perairan Filipina yang selama ini telah tiga kali terjadi terhadap kapal Indonesia. Perjanjian itu juga sebagai upaya penguatan kerja sama keamanan jalur ekonomi di wilayah Indonesia dan Filipina.

"Isi perjanjiannya misal menaruh orang dalam kapal. Artinya ada tentara untuk mengawal," kata Luhut di Jakarta, semalam.

Perjanjian bilateral tersebut dibuat antara Indonesia dan Filipina dengan diwakili oleh Menteri Luar Negeri dan Menteri Pertahanan kedua negara. Hasil kesepakatan yang disusun di Filipina itu telah dilaporkan Menteri Pertahanan RI Ryamizard Ryacudu dan Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi kepada Menko Luhut.

"Tadi saya sudah dengar dari Bu Menlu dan Pak Menhan. Intinya mereka sudah bertemu dengan counterpart-nya di sana. Ada beberapa hasil dari pertemuan yang dilaporkan," ujar Luhut.

Pada 20 Juni, tujuh anak buah kapal tugboat Charles 001 dan Robby 152 milik PT. Rusianto Bersaudara disandera kelompok militan bersenjata pimpinan Abu Sayyaf di Laut Sulu, barat daya Filipina.

Penyanderaan dilakukan saat para ABK tengah mengangkut batu bara dari Tagoloan Cagayan, Mindanao, menuju Samarinda, Kalimantan TImur.

Penyanderaan di Laut Sulu bukan pertama kali terjadi. Sebelumnya, 14 ABK Indonesia juga disandera kelompok Abu Sayyaf di perairan sekitar itu. Laut Sulu memang jalur penting bagi lalu lintas perdagangan batu bara antara Indonesia dan Filipina. Selama ini Indonesia memasok kebutuhan batu bara Filipina hampir 96 persen. Perdagangan antara kedua negara mencapai US$ 4,6 miliar dengan keuntungan sebesar US$ 3,19 miliar bagi Indonesia.

Namun akibat penyanderaan yang berulang terhadap ABK Indonesia, pemerintah Republik Indonesia menerapkan moratorium ekspor batu bara ke Filipina.

Ryamizard menegaskan, Indonesia akan melanjutkan moratorium batu bara hingga Filipina memberikan jaminan keamanan bagi kapal Indonesia yang berlayar di perairan negeri itu.

Sebelumnya, empat hari setelah penyanderaan terhadap tujuh ABK Indonesia di Laut Sulu, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan mengeluarkan maklumat pelayaran berupa larangan bagi kapal Indonesia untuk berlayar menuju Filipina.

�Larangan keras penerbitan Surat Persetujuan Berlayar bagi kapal-kapal berbendera Indonesia yang akan berlayar menuju Filipina,� kata Dirjen Perhubungan Laut, Tonny Budiono, dalam keterangan tertulisnya, 24 Juni.

Tonny menyatakan pembajakan merupakan hal serius yang tak dapat ditoleransi lagi. �Untuk itu saya minta kepada seluruh Kepala Distrik Navigasi agar menginstruksikan setiap Stasiun Radio Operasi Pantai untuk memonitor dan me-relay indikasi atau berita marabahaya sedini mungkin.�

Ia juga meminta seluruh pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PLP) untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengerahkan seluruh armada kapal yang dimiliki untuk berjaga dan berpatroli.

  ? CNN  


Demikian artikel tentang Indonesia Taruh Tentara dalam Kapal ini dapat kami sampaikan, semoga artikel atau info tentang Indonesia Taruh Tentara dalam Kapal ini, dapat bermanfaat. Jangan lupa dibagikan juga ya! Terima kasih banyak atas kunjungan nya.

Pangkalan Militer Akan Ubah Wajah Indonesia di 2017

Info informasi Pangkalan Militer Akan Ubah Wajah Indonesia di 2017 atau artikel tentang Pangkalan Militer Akan Ubah Wajah Indonesia di 2017 ini semoga dapat bermanfaat, dan menambah wawasan. Selamat Membaca! Jangan lupa dishare juga! Jika merasa artikel ini bermanfaat juga untuk orang lain.
Satgas Natuna [antara] ?

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menyatakan, pembangunan pangkalan militer di Natuna penting untuk menjaga sumber daya alam di kawasan itu. Tak cuma di Natuna, pangkalan militer akan dibangun di wilayah-wilayah lain yang berada di garis terluar perbatasan Indonesia.

�Targetnya, mudah-mudahan (pembangunan pangkalan militer) 2017 sudah selesai. Wajah Indonesia nanti akan berubah total,� kata Tjahjo di Kantor Badan Nasional Pengelolaan Perbatasan, Jakarta, Kamis (30/6).

Natuna sebagai salah satu wilayah yang bakal berubah wajah, belakangan menjadi titik panas setelah Indonesia dan China terlibat tiga kali insiden di perairannya. China menyebut perairan Natuna yang berdasarkan laut internasional merupakan zona eksklusif Indonesia, sebagai zona perikanan tradisionalnya.

�Natuna punya potensi jual pariwisata yang tinggi. Harus ada pasukan, radar canggih, satu skuadron pesawat, kapal selam, dan armada-armada pendukung seperti tank di sana,� kata Tjahjo.

Tahun ini pembangunan pangkalan militer di Natuna mulai berjalan. Daerah di barat daya Kalimantan ini akan menjadi basis pertahanan Republik Indonesia di tepi wilayah sengketa Laut China Selatan.

�Natuna kebetulan berbatasan dengan beberapa negara, maka dikembangkan radar monitoring di situ,� ujar Sekretaris Kabinet Pramono Anung di Kantor Presiden, Jakarta, sehari sebelumnya.

Sebagai rangkaian dari pembangunan pangkalan militer itu, landasan pacu di Natuna akan diperbaiki dan dikembangkan hingga bisa didarati pesawat berbadan besar.

�Untuk menjaga kedaulatan Natuna sebagai pulau terdepan RI, saya perintahkan TNI khususnya Angkatan Laut dan Bakamla (Badan Keamanan Laut) meningkatkan patroli penjagaan di kawasan itu,� kata Presiden Jokowi.

Jokowi juga menginstruksikan pengembangan industri perikanan. Berdasarkan laporan yang ia terima, hasil laut Natuna baru 8,9 persen dari potensi yang dimiliki. Oleh sebab itu pemerintah akan membangun gudang penyimpanan ikan awal Agustus di Natuna.

Potensi minyak-gas di Natuna juga jadi perhatian. Dari 16 blok migas di Natuna, hanya lima yang berproduksi, sedangkan tujuh blok dalam tahap eksplorasi dan empat blok sisanya dalam proses terminasi.

�Ini perlu didorong lagi, dipercepat sehingga mendatangkan manfaat bagi kita,� kata Jokowi.

Selain itu, Presiden memerintahkan perbaikan dan pembangunan infrastruktur di Natuna untuk mempercepat akses masyarakat dan meningkatkan konektivitas mereka.

Soal pangkalan militer, selain di Natuna, Saumlaki di Tanimbar Maluku Tenggara Barat dan Morotai di Halmahera Maluku yang berbatasan dengan Australia dan Papua Nugini, juga akan memilikinya.

�Semua wilayah perbatasan akan diperkuat,� kata Tjahjo.

Terlebih, daerah-daerah perbatasan selama ini marak dengan kasus penyelundupan, mulai rokok, narkotik, sampai manusia.

Kasus penyelundupan narkotik dan barang ilegal yang tinggi di perbatasan, menurut Sekretaris BNPP Triyono Budi Sasonko, merupakan tantangan terbesar lembaganya.

Ia mencontohkan perbatasan Kalimantan Utara yang rawan penyelundupan narkotik. �Kaltara itu meski provinsi baru, ancaman narkobanya nomor dua setelah DKI Jakarta.�

 Perkuat peran BNPP

Untuk menunjang pengamanan di perbatasan, pemerintah akan memperkuat peran Badan Nasional Pengelolaan Perbatasan. Petugas BNPP nantinya lebih banyak turun ke lapangan untuk memonitor. Mereka juga akan merancang perencanaan dan menyusun anggaran terkait fasilitas infrastruktur yang masih kurang dan mesti diperbaiki.

�Kami akan membangun gapura-gapura perbatasan, kantor-kantor imigrasi, bea cukai dan sebagainya. Mudah-mudahan 2017 selesai, sehingga 2018 tinggal melengkapi jika perlu dibangun terminal, rumah sakit, pasar tradisional, dan lain-lain,� ucap Tjahjo selaku pengarah sekaligus anggota BNPP.

Sejak 2015, BNPP telah membangun pelabuhan, jalan, bandara dan menara base transceiver station (BTS) di 187 kecamatan di perbatasan. Pada 2017, Tjahjo yakin pembangunan infrastruktur akan rampung.

�Pada 2017, satuan-satuan TNI harus sudah siap semua. Radar siap, pasukan siap, asrama siap,� kata Tjahjo.

Meski mengakui pemangkasan anggaran untuk kementerian dan lembaga menghambat pembangunan infrastrukur dan fasilitas penunjang di daerah perbatasan, Tjahjo optimistis Kementerian Keuangan akan meningkatkan anggaran untuk BNPP.

�Pada 2015, anggaran kami hampir Rp 14 triliun. Tahun 2016 Rp 9,2 triliun. Pada 2017 kami minta Rp 17 triliun. Namun kami tak mau egois, ikut apa perintah Presiden. Sekarang dipotong, siapa tahu tahun depan naik,� ujar Tjahjo. (agk)
Kemhan Prioritaskan Anggaran untuk Pangkalan Militer NatunaProvokasi CG China memperkuat pertahanan Indonesia (ANTARA/HO/Dispen Koarmabar) ?

Pembangunan pangkalan militer di Natuna, Kepulauan Riau, menjadi prioritas pemerintah menyusul ketegangan yang terjadi di perairan kawasan itu antara Indonesia dengan China. Pemerintah RI segera �membentengi� Natuna yang berhadapan dengan wilayah sengketa Laut China Selatan dari kemungkinan �dicaplok� negara lain.

Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengatakan anggaran pertahanan yang diterima kementeriannya dan TNI saat ini sebagian diprioritaskan untuk penguatan pangkalan militer di Natuna. Sementara sisa anggaran digunakan untuk perbaikan alat utama sistem senjata (alutsista) seperti penggantian suku cadang dan mesin peralatan perang.

Sebelumnya, Kementerian Pertahanan dan TNI telah mengajukan anggaran tahun 2017 kepada DPR RI sebesar Rp 104 triliun hingga Rp 107 triliun.

Kementerian Pertahanan �bersama Kepolisian Republik Indonesia� juga mendapat tambahan pagu (batas tertinggi) anggaran dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan 2016.

�APBNP 2016 fokus pada pembangunan pertahanan dan keamanan, terutama untuk memperkuat stabilitas keamanan,� kata Menteri Keuangan Bambang PS Brodjonegoro, Rabu (29/6).

Alokasi anggaran Kemhan dalam APBNP 2016 mencapai Rp 108,7 triliun atau naik Rp 9,3 triliun dari alokasinya pada APBN 2016.

Selain ke Kemhan dan Polri, anggaran pertahanan keamanan juga dialokasikan ke Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Badan Narkotika Nasional (BNN), dan Badan Intelijen Negara (BIN).

Direktur Direktorat Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan, Askolani, mengatakan tambahan anggaran pertahanan keamanan itu terutama untuk membeli alutsista.

�Untuk meningkatkan wibawa pertahanan kita (Indonesia),� ujar Bambang.

 Armada perang

Ryamizard menyatakan pangkalan militer Natuna akan dilengkapi dengan armada besar. Pembangunan tak hanya dari sisi infrastruktur, tapi juga penambahan personel TNI.

Pangkalan militer di Natuna akan dilengkapi tiga kapal perang TNI Angkatan Laut, kapal selam, satu pesawat tempur, radar, dan drone penangkis serangan udara. Pelabuhan di Natuna juga akan diperbaiki, sedangkan landasan pacunya diperlebar untuk tempat mendarat pesawat tempur.

Dari segi penguatan personel, Ryamizard akan menambah satu kompi marinir dan satu kompi Korps Pasukan Khas (Paskhas) TNI Angkatan Udara. Satu kompi Paskhas terdiri dari 150 sampai 200 personel. Satuan ini memiliki kemampuan tempur darat, laut, dan udara sekaligus.

Sementara TNI Angkatan Darat di Natuna akan dilengkapi dengan satu Batalyon Raider yang merupakan salah satu pasukan elite TNI.

Terkait pembangunan pangkalan militer di Natuna itu, Ryamizard telah memberikan instruksi kepada Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo untuk melakukan persiapan.

�Panglima TNI akan melanjutkan (instruksi) ke KSAD, KSAU, KSAL, sebagai pelaksana. Masalah runway (sama KSAU), masalah kapal sama KSAL,� kata Ryamizard di kantor Kemhan, Jumat (1/7).

September 2015, Ryamizard telah terbang langsung ke Natuna. Ia menyadari wilayah itu minim penjagaan dan karenanya rawan. Terlebih Natuna merupakan salah satu wilayah terluar Indonesia. (agk)

  ? CNN  


Demikian artikel tentang Pangkalan Militer Akan Ubah Wajah Indonesia di 2017 ini dapat kami sampaikan, semoga artikel atau info tentang Pangkalan Militer Akan Ubah Wajah Indonesia di 2017 ini, dapat bermanfaat. Jangan lupa dibagikan juga ya! Terima kasih banyak atas kunjungan nya.

Indonesia Akan Miliki Satelit Militer

Info informasi Indonesia Akan Miliki Satelit Militer atau artikel tentang Indonesia Akan Miliki Satelit Militer ini semoga dapat bermanfaat, dan menambah wawasan. Selamat Membaca! Jangan lupa dishare juga! Jika merasa artikel ini bermanfaat juga untuk orang lain.
Satcom Militer Airbus [Airbus] ?

Komisi I DPR telah menyetujui pengajuan anggaran oleh Kementerian Pertahanan dan Markas Besar TNI untuk membeli satelit komunikasi militer dari Airbus Defence and Space, dalam program pengadaan senilai 849,3 juta dolar Amerika Serikat. Jika satelit komunikasi militer Indonesia ini beroperasi, semua komunikasi TNI akan dilakukan memakai satelit militer ini.

Laman IHS Janes, edisi Kamis, menyatakan, persetujuan Komisi I DPR itu terjadi pada Senin lalu (27/6). Satelit komunikasi militer Indonesia itu akan beroperasi pada frekuensi L-Band dan ditargetkan meluncur pada 2019 nanti. Spesifikasi dan karakteristik satelit itu juga akan dikembangkan dan menyesuaikan dengan keperluan operator dan institusi Indonesia.

Setelah diluncurkan, satelit komunikasi militer Indonesia itu akan dialokasikan pada koordinat 123 Bujur Timur, sebagaimana jatah penempatan satelit bagi Indonesia oleh Uni Telekomunikasi Internasional. Koordinat itu sebelumnya ditempati satelit Garuda-1 yang dimiliki Asia Cellular Sattellite, yang telah digeser karena sejumlah ketidakberesan sistem.

Adapun pembiayaan satelit militer Indonesia itu akan berlangsung dalam skema tahun jamak selama lima tahun.

 Satelit Militer Harus Rahasia

Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengatakan bahwa satelit komunikasi militer Indonesia yang rencananya diluncurkan pada 2019 bersifat rahasia.

"Tidak seperti satelit lain yang bisa digunakan untuk umum atau perusahaan, di mana-mana kan satelit militer itu rahasia," ujar menhan usai acara pelepasan mudik bagi personnel Kementerian Pertahanan di Jakarta, Jumat.

Sebelumnya, Komisi I DPR telah menyetujui pengajuan anggaran oleh Kementerian Pertahanan dan Markas Besar TNI untuk membeli satelit komunikasi militer dari Airbus Defence and Space, dalam program pengadaan senilai 849,3 juta dolar Amerika Serikat.

Jika satelit komunikasi militer Indonesia beroperasi, semua komunikasi TNI akan dilakukan memakai satelit militer ini.
 

  ? Antara  


Demikian artikel tentang Indonesia Akan Miliki Satelit Militer ini dapat kami sampaikan, semoga artikel atau info tentang Indonesia Akan Miliki Satelit Militer ini, dapat bermanfaat. Jangan lupa dibagikan juga ya! Terima kasih banyak atas kunjungan nya.

Indonesia Approves Defence Ministry Plans to Acquire Military Communications Satellite

Info informasi Indonesia Approves Defence Ministry Plans to Acquire Military Communications Satellite atau artikel tentang Indonesia Approves Defence Ministry Plans to Acquire Military Communications Satellite ini semoga dapat bermanfaat, dan menambah wawasan. Selamat Membaca! Jangan lupa dishare juga! Jika merasa artikel ini bermanfaat juga untuk orang lain.

Airbus military satcom (photo : Airbus DS) ?

Indonesia has approved plans by the military to acquire a communications satellite that will be launched in 2019. Acquisition is expected to spur the usage of satellite-based communication systems across the Indonesian Armed Forces.

The Indonesian House of Representatives commission on defence, intelligence, and foreign affairs (Komisi I) has approved a request for funding from the country's defence ministry and the Indonesian Armed Forces (Tentara Nasional Indonesia, or TNI) to acquire a satellite from Airbus Defence and Space for USD 849.3 million.

Plans to acquire the satellite were approved on 27 June, according to a transcript of proceedings between Komisi I and the Indonesian Ministry of Defence and TNI, provided to IHS Jane's on the day after.

The satellite will be used for military satellite communications on the L-Band frequency and is targeted for launch in 2019. The satellite is expected to be developed with input from the military and various Indonesian institutions, but Airbus Defence and Space will be fully responsible for its launch.

Upon launch, the satellite is expected to occupy the orbital slot of 123 degrees east longitude. The orbital slot, which has been allocated to Indonesia by the International Telecommunications Union, was previously occupied by the Garuda-1 satellite belonging to Asia Cellular Satellite. However, it has since been taken out of orbit due to various malfunctions.

The satellite's acquisition costs are expected to be disbursed by the Indonesian government over a five-year period leading up to 2019.
 

  ? IHS Janes  


Demikian artikel tentang Indonesia Approves Defence Ministry Plans to Acquire Military Communications Satellite ini dapat kami sampaikan, semoga artikel atau info tentang Indonesia Approves Defence Ministry Plans to Acquire Military Communications Satellite ini, dapat bermanfaat. Jangan lupa dibagikan juga ya! Terima kasih banyak atas kunjungan nya.

Mengintip Budget MEF Tahap 2

Info informasi Mengintip Budget MEF Tahap 2 atau artikel tentang Mengintip Budget MEF Tahap 2 ini semoga dapat bermanfaat, dan menambah wawasan. Selamat Membaca! Jangan lupa dishare juga! Jika merasa artikel ini bermanfaat juga untuk orang lain.
Kapal OPV rancangan DAMEN, Diberitakan tahun lalu Indonesia sudah MoU dengan Damen di Singapura [Damen] ?

Kabinet kerja pimpinan Presiden Joko Widodo sudah berlangsung hampir 2 tahun. Selama itu pula para antusias pertahanan harap harap cemas akan kelanjutan program Minimum Essensial Forces tahap 2.

Hingga kini belum ada informasi sahih mengenai pengadaan alutsista baru. Namun ARCinc mendapatkan data resmi dari Pemerintah terkait kelanjutan MEF tahap 2.

Data itu berupa dana atau budget yang akan disediakan untuk pembangunan pertahanan tahun 2015-2019, bersumber dari Bappenas. Sebagaimana biasanya, sumber dana berasal dari pinjaman dalam negeri serta luar negeri.


Dari dana pinjaman luar negeri, total Kemenhan mendapat alokasi US $ 7,7 miliar, dengan porsi terbesar untuk TNI AU yairu senilai lebih dari 3 miliar dollar. Dilihat dari besaran dana, tampaknya TNI AU akan membeli fighter senilai 1,2 miliar dolar serta pesawat transport senilai 1 miliar dollar. Sementara TNI AL juga menitik beratkan pengadaan peralatan striking dengan membeli kapal selam senilai 1,2 miliar serta kapal perang senilai sekitar 1 miliar dolar. Sementara TNI AD juga mengedepankan pengadaan helikopter dan disusul artileri medan. Untuk jelasnya, simak bagan dibawah ini.

Lalu untuk pendanaan dari pinjaman dalam negeri juaranya adalah TNI AL dengan alokasi dana hampir Rp 7 trilyun. Hampir setengahnya dialokasikan untuk pengadaan KCR-60. Disusul pengadaan kapal OPV senilai 2 trilyun rupiah. TNI AD menjadi urutan kedua dengan alokasi dana pinjaman untuk kendaraan tempur. Sementara TNI AU dengan alokasi sekitar 3 trilyun rupiah, hampir setengahnya akan dibelikan NC-212 versi terbaru. Simak data dibawah ini untuk lengkapnya. Bisa pula disimpulkan pengadaan dari pinjaman dalam negeri lebih banyak diperuntukan untuk industri pertahanan dalam negeri.

Data data yang dikeluarkan bappenas ini tidak semuanya menyebutkan merk dan jenis alutsista tertentu. Utamanya untuk dana yang berasal dari pinjaman luar negeri. Namun dengan alokasi yang ada, bolehlah kita sedikit berharap pembangunan kekuatan TNI masih terus berlanjut.
  ? ARC  


Demikian artikel tentang Mengintip Budget MEF Tahap 2 ini dapat kami sampaikan, semoga artikel atau info tentang Mengintip Budget MEF Tahap 2 ini, dapat bermanfaat. Jangan lupa dibagikan juga ya! Terima kasih banyak atas kunjungan nya.

TNI Diminta Beri Efek Kejut ke Perompak

Info informasi TNI Diminta Beri Efek Kejut ke Perompak atau artikel tentang TNI Diminta Beri Efek Kejut ke Perompak ini semoga dapat bermanfaat, dan menambah wawasan. Selamat Membaca! Jangan lupa dishare juga! Jika merasa artikel ini bermanfaat juga untuk orang lain.
Indonesia Diizinkan Kejar Perompak ke Filipina Ilustrasi KRI TNI AL ?

Anggota Komisi I DPR Supiadin Aries Saputra mengatakan, jika memang TNI telah diizinkan memasuki wilayah Filipina untuk mengejar perompak yang menyandera WNI, maka kesempatan tersebut harus dioptimalkan.

"Kita harus belajar dari dua pembebasan sebelumnya, kenapa kok dulu sudah disandera terus untuk ketiga kalinya disandera lagi. Semoga dengan TNI masuk ke perairan Filipina, mereka bisa memberikan efek kejut kepada perompak," ujar Supiadin di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (28/6/2016).

Supiadin mengingatkan, Pemerintah agar tak menggunakan cara-cara praktis dalam membebaskan sandera. Sebab, cara-cara praktis itulah yang membuat WNI kerap menjadi sasaran empuk penyanderaan.

"Cara-cara praktis yang harus dihindari ya salah satunya seperti menyerahkan uang tebusan. Kalau TNI sudah diberi izin masuk, saya rasa cara-cara seperti itu tak perlu dilakukan lagi," tutur Supiadin.

Ia mengimbau agar TNI dan Kementerian Luar Negeri selalu berkoordinasi dalam proses pembebasan sandera saat ini. Jika TNI masuk wilayah Filipina, pastinya ada beberapa hal yang harus dipatuhi terkait yurisdiksi Filipina.

"Pemerintah dalam hal ini Kementerian Luar Negeri dan TNI harus satu visi, berkoordinasi secara intensif, agar sandera bisa bebas sekaligus memberi efek kejut kepada perompak, agar WNI tidak kembali menjadi sasaran penyanderaan," kata Supiadin.

Pemerintah Filipina mengizinkan Indonesia, dalam hal ini TNI, melakukan pengejaran terhadap perompak dan kelompok teroris jika terjadi pembajakan atau penyanderaan WNI di kawasan selatan Filipina hingga ke teritorial Filipina.

Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menyatakan, ada sejumlah terobosan kesepakatan antara Pemerintah Indonesia dan Filipina terkait penyanderaan warga negara Indonesia oleh kelompok Abu Sayyaf.

Ryamizard bertemu dengan Menteri Pertahanan Filipina Voltaire T Gazmin, Minggu (26/6), membahas soal penyanderaan warga negara Indonesia di Filipina Selatan dan tindak lanjut kesepakatan antara Indonesia, Filipina, dan Malaysia soal patroli keamanan bersama di perbatasan ketiga negara.

"Pemerintah Filipina mengizinkan pengejaran terhadap perompak dan teroris di Filipina Selatan hingga melintasi perbatasan laut RI-Filipina. Semua dilakukan dalam kerangka semangat ASEAN, yakni keamanan dan stabilitas kawasan," kata Ryamizard yang dihubungi di Manila.

Tujuh WNI disandera oleh kelompok bersenjata Filipina. Penyanderaan terhadap ABK tugboat Charles 001 dilakukan sebanyak dua kali.

Penyanderaan pertama dilakukan terhadap tiga orang, yaitu Kapten Fery Arifin (nahkoda), Muhammad Mahbrur Dahri (KKM) dan Edy Suryono (Masinis II).

Selang 1,5 jam kemudian, terjadi penyanderaan kedua terhadap empat ABK lainnya oleh kelompok berbeda, yaitu Ismail (Mualim I), Robin Piter (Juru Mudi), Muhammad Nasir (Masinis III) dan Muhammad Sofyan (Oilman).

Sebelumnya, 10 WNI ABK kapal tunda Brahma 12 disandera kelompok Abu Sayyaf dan dibebaskan pada awal Mei 2016.

Kemudian, empat ABK kapal Tunda Henry juga disandera kelompok Abu Sayyaf dan kemudian dibebaskan pada pertengahan Mei 2016.

 Jangan Jadikan Jalan Pintas lewat Uang untuk Bebaskan WNI! 

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Fahri Hamzah menyesalkan kasus penyanderaan terhadap ABK WNI kembali terulang. Penyanderaan yang ketiga kalinya dalam empat bulan terakhir ini semestinya menjadi kasus penyanderaan terakhir.

Pemerintah, kata Fahri, harus menanggapi ini secara serius dan tegas. Selain itu, upaya pembebasan sandera sebaiknya tidak menggunakan cara-cara yang praktis.

"Saya sudah bilang jangan kasus sandera menjadi ritual karena kita menyelesaikannya secara pintas dengan uang dan sebagainya itu seolah-olah bisa selesai dengan sendirinya," ujar Fahri di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (27/6/2016).

Menurut Fahri, negara harus menanggapi masalah penyanderaan dengan cara-cara yang bermartabat. Hubungan kedua negara harus dikedepankan.

Namun, kesanggupan negara Filipina mengatasi teroris yang hidup di dalam negaranya juga perlu dipertanyakan. Pasalnya, penyanderaan warga asing selalu terulang.

"Harus dituntaskan dengan cara kita bernegara. Kalau bilateral Filipina tidak mau membantu, kita selesaikan sendiri dengan cara kita," kata politisi PKS itu.

"Negara harus menjamin keselamatan warga negaranya sesuai dengan amanat undang-undang dasar. Jadi, karena itu, harus ada kerja sama dengan Filipina dan tanya 'kamu bisa jamin enggak nih, kok kita ini kena terus?'," ujar Fahri.

Penyanderaan juga sudah terjadi terhadap 10 WNI sebelumnya. Sebanyak 10 WNI ABK kapal tunda Brahma 12 disandera kelompok Abu Sayyaf dan dibebaskan pada awal Mei 2016.

Kemudian, empat ABK kapal Tunda Henry juga disandera kelompok Abu Sayyaf dan kemudian dibebaskan pada pertengahan Mei 2016.

 Kelompok Penyandera ABK WNI Diketahui 
Kapal Tunda TB Charles 001

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengatakan, salah satu kelompok bersenjata Filipina yang menyandera anak buah kapal tugboat Charles 001 telah diketahui identitasnya.

"Salah satu sudah bisa dipastikan Al Habsy yang kemarin yang pertama," kata Gatot seusai kegiatan buka puasa bersama di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta, Senin (27/6/2016).

Sementara itu, kelompok lain yang juga menyandera ABK tersebut belum teridentifikasi. Untuk diketahui, penyanderaan terhadap ABK tugboat Charles 001 dilakukan sebanyak dua kali.

Penyanderaan pertama dilakukan terhadap tiga orang, yaitu Kapten Fery Arifin (nakhoda), Muhammad Mahbrur Dahri (KKM), dan Edy Suryono (masinis II).

Selang 1,5 jam kemudian, terjadi penyanderaan kedua terhadap empat ABK lainnya oleh kelompok berbeda, yaitu Ismail (mualim I), Robin Piter (juru mudi), Muhammad Nasir (masinis III), dan Muhammad Sofyan (oilman).

Selain identitas, Panglima mengaku, pihaknya telah mengidentifikasi lokasi keberadaan empat ABK yang disandera. Dari informasi sementara yang diperoleh, empat ABK diketahui berada di wilayah Jolo, Filipina.

"Tetapi, itu perlu diverifikasi lagi. Terpisah, empat dan tiga terpisah," ujarnya.

 Penyandera Empat ABK WNI Minta Tebusan Sekitar Rp 60 M 

Empat dari tujuh anak buah kapal tugboat Charles 001 yang disandera kelompok bersenjata Filipina telah diketahui keberadaannya. Mereka saat ini teridentifikasi berada di wilayah Jolo, Filipina.

"Siang tadi dalam kondisi sehat. Tetapi, saya belum bicara sendiri dengan sandera," kata Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo usai kegiatan buka puasa bersama di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta, Senin (27/6/2016).

Gatot tidak menyebut identitas keempat ABK yang dimaksud. Kendati demikian, dalam penyanderaan terhadap kapal tersebut pada 20 Juni lalu, memang terjadi dua kali penyanderaan.

Panglima menambahkan, atas penyanderaan terhadap empat orang ABK yang telah teridentifikasi lokasinya, para penyandera mengajukan sejumlah uang tebusan. Sementara itu, tiga ABK lainnya belum diketahui keberadaan lokasi mereka dan tuntutan yang diajukan penyandera.

"Sementara tebusan yang diinformasikan 200 juta peso atau sekitar Rp 60 miliar sampai Rp 65 miliar. Yang dipastikan adalah yang mereka minta untuk empat orang, yang tiga orang belum. Mereka masih dicari," ujar dia.

  ? Kompas  


Demikian artikel tentang TNI Diminta Beri Efek Kejut ke Perompak ini dapat kami sampaikan, semoga artikel atau info tentang TNI Diminta Beri Efek Kejut ke Perompak ini, dapat bermanfaat. Jangan lupa dibagikan juga ya! Terima kasih banyak atas kunjungan nya.