Melalui jaringan backlink yang kami miliki merupakan penyedia jasa backlink menerima berbagai backlink Indonesia dengan layanan jasa backlink murah yang kami kelola secara manual dan profesional. Kami menawarkan jasa backlink terbaik. Bagaimana cara membeli backlink dari kami?. Silahkan 👉 Hubungi Kami! harga sangat terjangkau!

Content Placement

Berikut adalah daftar 50 situs Jaringan Backlink kami!
01. Backlink Indonesia 26. Iklan Maluku Utara
02. Backlink Termurah 27. Iklan Nusa Tenggara Barat
03. Cara Membeli Backlink 28. Iklan Nusa Tenggara Timur
04. Iklan Aceh 29. Iklan Online Indonesia
05. Iklan Bali 30. Iklan Papua
06. Iklan Bangka Belitung 31. Iklan Papua Barat
07. Iklan Banten 32. Iklan Riau
08. Iklan Bengkulu 33. Iklan Semesta
09. Iklan Dunia 34. Iklan Sulawesi Barat
10. Iklan Gorontalo 35. Iklan Sulawesi Selatan
11. Iklan Internet 36. Iklan Sulawesi Tengah
12. Iklan Jakarta 37. Iklan Sulawesi Tenggara
13. Iklan Jambi 38. Iklan Sulawesi Utara
14. Iklan Jawa Barat 39. Iklan Sumatra Barat
15. Iklan Jawa Tengah 40. Iklan Sumatra Selatan
16. Iklan Jawa Timur 41. Iklan Sumatra Utara
17. Iklan Kalimantan Barat 42. Iklan Terbaru
18. Iklan Kalimantan Selatan 43. Iklan Yogyakarta
19. Iklan Kalimantan Tengah 44. Jaringan Backlink
20. Iklan Kalimantan Timur 45. Jasa Backlink
21. Iklan Kalimantan Utara 46. Jasa Backlink Murah
22. Iklan Kepulauan Riau 47. Jasa Backlink Terbaik
23. Iklan Lampung 48. Jasa Backlink Termurah
24. Iklan Link 49. Media Backlink
25. Iklan Maluku 50. Raja Backlink

Kami jaringan backlink sebagai media backlink bisa juga menerima content placement yakni jasa backlink termurah kami di dalam artikel. Pesan segera jasa backlink termurah ini. Karena kami adalah raja backlink yang sebenarnya!

Peluang Agen Iklan Online
Tampilkan postingan dengan label World. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label World. Tampilkan semua postingan

[Dunia] Kembal Terjadi Bentrok Antara Pemberontak dengan Pasukan Turki

Info informasi [Dunia] Kembal Terjadi Bentrok Antara Pemberontak dengan Pasukan Turki atau artikel tentang [Dunia] Kembal Terjadi Bentrok Antara Pemberontak dengan Pasukan Turki ini semoga dapat bermanfaat, dan menambah wawasan. Selamat Membaca! Jangan lupa dishare juga! Jika merasa artikel ini bermanfaat juga untuk orang lain.
https://img.okezone.com/content/2016/07/18/18/1440159/kembali-terjadi-bentrok-antara-pemberontak-dengan-pasukan-keamanan-turkii-ehT2XptG5b.jpgPasukan Pro Pemerintah [ITV])

Sempat kembali terjadi bentrok antara para pemberontak (yang ikut kudeta militer) dengan pasukan keamanan Turki di pangkalan udara yang berlokasi di Kota Konya pada Minggu 17 Juli 2016.

Kami dapat membenarkan memang ada bentrokan di pangkalan udara di Konya antara pasukan keamanan dengan pemberontak yang menolak untuk ditangkap,� ujar pejabat Turki, sebagaimana dikutip dari AFP, Senin (18/7/2016).

Pejabat tersebut juga menambahkan bahwa sempat ada insiden yang terjadi di Bandara Sabiha Gokcen, Istanbul. Insiden tersebut terjadi ketika polisi menembakkan tembakan peringatan ke arah pemberontak yang menolak untuk ditangkap.

Namun, insiden itu segera berakhir ketika para pemberontak akhirnya menyerahkan diri.

Selain itu, Arab Saudi dikabarkan telah menahan atase militer Turki di Kuwait atas permintaan pemerintah Turki. Dilaporkan, ia ditangkap atas tuduhan terlibat dalam kudeta militer yang terjadi beberapa hari yang lalu.

Pihak Kerajaan Saudi menangkapnya ketika ia sedang berada di Bandara Dammam yang berlokasi di Provinsi Timur Arab Saudi. (raw)

 42 Helikopter Militer Turki Hilang Pasca-Kudeta 
Helikopter Cobra milik Militer Turki. (Foto: AFP)Helikopter Cobra Turki [AFP]

Sedikitnya 42 helikopter milik militer Turki hilang pasca-kudeta yang gagal pada Jumat 15 Juli 2016. Hal ini menimbulkan kekhawatiran akan adanya kemungkinan kudeta kedua untuk menggulingkan pemerintahan Presiden Recep Tayyip Erdogan.

Hilangnya puluhan helikopter militer Turki ini dilaporkan oleh reporter CNN Turki, Serdar Tuncer, yang mengatakan bahwa kecemasan akan adanya usaha kudeta lainnya mulai muncul.

Tampak seperti para pemberontak ingin melakukan usaha lainnya. Mungkinkah mereka berhasil? Tidak! Tapi akankah mereka mencoba,� kata reporter tersebut sebagaimana dilansir Sputnik, Senin (18/7/2016).

Kerusuhan masih terus berlanjut menyusul usaha kudeta Turki pada 18 Juli yang menyebabkan sedikitnya 265 orang tewas dan lebih dari 2.000 lainnya luka-luka. Sebagian besar korban adalah warga sipil yang berusaha menggagalkan kudeta yang dilakukan sebagian kecil militer Turki.

Pemerintah telah melakukan penangkapan lebih dari 6.000 orang yang diduga terlibat dalam kudeta Turki, termasuk di antaranya 2.745 orang hakim dan lebih dari 2.800 orang tentara. Mereka menghadapi ancaman tuduhan pengkhianatan pada negara yang dapat diganjar dengan hukuman mati.

Terkait hilangnya helikopter-helikopter militer Turki ini, kepala kepolisian Turki telah memerintahkan aparatnya untuk menembak jatuh helikopter yang kedapatan terbang tanpa izin, demikian diwartakan kantor berita Anadolu. (dka)

 8 Aparat Militer Turki ke Yunani Jemput Pelaku Kudeta 
8 Aparat Militer Turki ke Yunani Jemput Pelaku KudetaWarga pendukung Erdogan memukuli sejumlah tentara yang tengah dievakuasi oleh aparat kepolisian ditahan karena telah menggelar aksi kudeta di Jembatan Bosphorus di Istanbul, Turki 16 Juli 2016. [REUTERS]

Delapan personel militer Turki dengan mengendarai helikopter Black Hawk telah mendarat di Yunani. Mereka datang untuk menjemput delapan tentara Turki yang melarikan diri ke Yunani beberapa jam setelah kudeta pada Jumat malam, 15 Juli 2016, gagal. Tentara yang melarikan diri itu mengajukan permohonan suaka politik kepada pemerintah Yunani.

Presiden Turki Recep Tayyib Erdogan memerintahkan kedelapan personel militer yang ditudingnya pengkhianat secepatnya diekstradisi dari Yunani.

Beberapa jam setelah kudeta gagal, helikopter berpenumpang delapan personel militer Turki memaksa mendarat di Bandara Alexandroupolis, Yunani. Delapan personel militer Turki yang terdiri atas 2 mayor, 4 kapten, dan 2 sersan satu mengajukan suaka politik.

Seperti dikutip Sky News, Sabtu, 16 Juli 2016, pemerintah Yunani menyatakan pengajuan suaka politik dipertimbangkan dan diuji sesuai dengan prosedur hukum internasional kemarin.

Namun kedatangan delapan tentara Turki ke Yunani menunjukkan Yunani memilih mengekstradisi kedelapan personel militer pelaku kudeta. Perdana Menteri Yunani Alexis Tsipras menyatakan dukungannya terhadap pemerintah Turki yang dipilih secara demokrasi.

Arab Saudi juga telah menahan atase militer Turki untuk Kuwait atas permintaan pemerintah Turki. Atase militer itu ditahan di Bandara Damman, seperti dilansir ITV.

Raja Arab Saudi Salman menyampaikan ucapan selamatanya kepada Presiden Erdogan atas keberhasilan aparat militernya menggagalkan kudeta oknum militer.

Lebih dari 2.800 tentara Turki ditangkap setelah sekelompok militer yang menyebut dirinya Dewan untuk Perdamaian di Tanah Air mengumumkan pemberlakuan hukum darurat militer dan jam malam pada Jumat malam, 15 Juli 2016.

 Janggalnya Kudeta di Turki, Siapa Diuntungkan? 
Janggalnya Kudeta di Turki, Siapa Diuntungkan?Pendukung Presiden Tayyip Erdogan berpose di atas tank usai berhasil menggagalkan kudeta militer di Jembatan Bosphorus, Istanbul, Turki, 16 Juli 2016. [REUTERS]

Beberapa media di Eropa dan Amerika Serikat menggulirkan beberapa kejanggalan atas percobaan kudeta yang gagal di Turki. Motif kudeta, misalnya, terkesan tidak jelas. Erdogan langsung menuding musuh bebuyutannya, ulama senior Fethullah Gulen, yang kini hidup terasing di Pennsylvania, Amerika Serikat, sebagai otak kudeta.

Namun Gulen membantah tudingan tersebut. Ia mengatakan kudeta itu bisa saja �dilancarkan� oleh Erdogan sendiri. �Saya tak yakin dunia percaya akan tuduhan-tuduhan yang disampaikan Presiden Erdogan,� ujar Gulen. �Ada kemungkinan kudeta itu dirancang dan bisa dimaksudkan lebih jauh (untuk menghabisi Gulen dan pengikutnya).

Gulen memang punya banyak pengikut di Turki dan bahkan di berbagai lembaga pemerintah serta militer. Kelompok Gulen bagaikan duri dalam daging bagi Erdogan, sehingga ia berencana menggelar pembersihan besar-besaran bulan depan.

The Daily Stormer menilai beberapa hal yang terjadi di sana sudah di luar kudeta yang lumrah terjadi. Media itu menulis bahwa pola suatu kudeta cukup jelas. Pertama, ambil pemimpin negara atau presiden, lalu kuasai media massa, kemudian tunjukkan pemimpin itu ke media untuk dihina.

Dalam kudeta gagal di Turki tersebut, kudeta justru terjadi ketika Erdogan tengah berlibur di sebuah tempat yang dirahasiakan dan jauh dari Ibu Kota Istanbul, tempat kudeta berlangsung. Pengkudeta bahkan tampak berusaha mengamankan Erdogan.

Keanehan lain adalah ketika pengkudeta menyuruh masyarakat pendukungnya pulang ke rumah, tapi Erdogan menyuruh rakyat turun ke jalan. Jadi, pendukung kudeta ada di rumah, sementara pendukung Erdogan ada di jalan. Ini jelas situasi yang tidak menguntungkan pengkudeta.

Identitas pemimpin kudeta itu juga tidak jelas. Tak ada pemimpin militer yang muncul dan menyatakan dukungan atas kudeta tersebut. Bahkan, tak ada satu pun tokoh yang mengaku bertanggung jawab atas kudeta ini.

Akhirnya, kudeta yang dilakukan oleh segelintir anggota pasukan itu dengan mudah diberangus pasukan pemerintah dan Erdogan pun seakan menjadi pahlawan. Nah, siapa yang diuntungkan oleh kudeta ini?

 ? Okezone | Tempo  


Demikian artikel tentang [Dunia] Kembal Terjadi Bentrok Antara Pemberontak dengan Pasukan Turki ini dapat kami sampaikan, semoga artikel atau info tentang [Dunia] Kembal Terjadi Bentrok Antara Pemberontak dengan Pasukan Turki ini, dapat bermanfaat. Jangan lupa dibagikan juga ya! Terima kasih banyak atas kunjungan nya.

[Dunia] Pasca Kudeta Gagal Di Turki

Info informasi [Dunia] Pasca Kudeta Gagal Di Turki atau artikel tentang [Dunia] Pasca Kudeta Gagal Di Turki ini semoga dapat bermanfaat, dan menambah wawasan. Selamat Membaca! Jangan lupa dishare juga! Jika merasa artikel ini bermanfaat juga untuk orang lain.
Fathulah Gullen Bantah Dalangi Kudeta Militer Turki Fathulah Gullen [Rusia now] ?

Ulama Turki yang berada di Amerika Serikat (AS) sekaligus musuh dari Presiden Recep Tayyip Erdogan, Fethullah Gulen, membantah tuduhan bahwa ia berperan dalam kudeta di Turki. Bahkan, Gulen sendiri mengutuk keras upaya penggulingan pemerintah.

"Saya mengutuk dalam istilah terkuat terhadap usaha kudeta militer di Turki," ujar Gulen, yang telah bertahun-tahun berada di pengasingannya di AS, dalam sebuah pernyataan, sebagaimana dikutip Reuters, Sabtu (17/7/2016).

"Sebagai seseorang yang menderita di bawah beberapa kudeta militer selama lima dekade terakhir, terlebih menerima tuduhan yang menghina mempunyai hubungan dengan usaha semacam itu, saya dengan tegas membantah tuduhan tersebut," tegas Gulen.

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, dan pemerintah telah mengatakan bahwa pengikut Gulen dalam militer bertanggung jawab atas usaha mengambil alih pemerintah pada Jumat malam dan Sabtu pagi.

Pemerintah Turki menuduh Gulen mencoba menciptakan sebuah struktur pararel di kepolisian, pengadilan, media dan angkatan bersenjata yang bertujuan untuk mengambil alih negara itu. (FIK)

 Upaya Kudeta Militer Adalah Hadiah dari Tuhan 

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan (Foto: Kayhan Ozer/Reuters)Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan (Foto: Kayhan Ozer/Reuters)

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan kudeta militer pada Jumat 15 Juli 2016 malam waktu setempat adalah hadiah dari Tuhan. Sebab, kudeta militer tersebut adalah kesempatan bagus untuk membersihkan militer.

Pemimpin Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) itu juga berjanji semua dalang di balik kudeta yang menewaskan 265 orang itu akan mendapatkan balasan yang setimpal.

Kudeta militer ini adalah hadiah dari Tuhan kepada kita karena menjadi alasan untuk membersihkan militer kita,� tutur Erdogan, sebagaimana dikutip Russia Today, Minggu (17/7/2016).

Upaya kudeta pada Jumat 15 Juli malam hingga Sabtu 16 Juli dini hari yang berakhir dengan kegagalan itu bukanlah yang pertama kalinya terjadi di Turki. Begitu juga ketegangan antara kubu militer dengan Erdogan yang terjadi beberapa kali sejak pria berusia 62 tahun itu menjalani karier politiknya.

Pada 1997, mantan Perdana Menteri Necmeddin Erbakan dipaksa mengundurkan diri oleh perwira senior militer karena menganjurkan untuk memperkuat Islamisme di Turki dan mulai berpaling dari Barat.

Erdogan, yang saat itu menjabat sebagai Wali Kota Istanbul dan merupakan pendukung Erbakan, ditangkap serta dilarang mengejar karier di bidang politik selama lima tahun karena membacakan puisi nasionalis dan Islam di depan publik.

 Washington Dituduh Dalangi Kudeta 
Warga Turki bersorak usai upaya kudeta gagal (Foto: Huseyin Aldemir/Reuters)Warga Turki bersorak usai upaya kudeta gagal (Foto: Huseyin Aldemir/Reuters)

Hubungan Amerika Serikat (AS) dan Turki memanas setelah Ankara menuduh Washington ikut mendalangi upaya kudeta di Turki pada Jumat 15 Juli 2016 malam waktu setempat.

Adalah Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavosoglu yang melontarkan tuduhan tersebut pada Sabtu 16 Juli 2016. Menurutnya, para pejabat Amerika telah mendalangi upaya kudeta gagal yang dilakukan militer Turki. AS menilai tuduhan Turki berbahaya bagi hubungan bilateral.

Upaya kudeta di Turki telah menewaskan 265 orang dan lebih dari 2 ribu orang lainnya terluka. Rezim Presiden Tayyip Erdogan telah merespons upaya kudeta itu dengan menindak dengan memenjarakan 2.745 hakim oposisi dan menangkap lebih dari 2.800 tentara yang dituduh bersimpati terhadap kudeta.

Tuduhan terhadap AS itu tak lepas dari sosok Fethullah Gulen, ulama oposisi Turki yang berada di AS. Gulen�teman politik Presiden Erdogan yang kini jadi musuh�telah dituduh sebagai dalang kudeta. Namun, Gulen telah menepisnya.

Tuduhan AS ikut mendalangi kudeta di Turki juga disampaikan Menteri Tenaga Kerja Turki, Suleyman Soylu. Tuduhan bahkan disampaikan secara terbuka.

AS berada di belakang upaya kudeta. Beberapa jurnal yang diterbitkan di sana (di AS) telah (menunjukkan) kegiatan selama beberapa bulan. Selama beberapa bulan kami telah mengirim permintaan kepada AS soal Fethullah Gulen. AS harus mengekstradisi dia,� kata Soylu, Minggu (17/7/2016).

Menteri Luar Negeri AS John Kerry tak terima dengan tuduhan Turki. Kerry mengatakan tuduhan palsu dari Turki telah membahayakan persekutuan AS dan Turki di NATO.

Kerry melalui juru bicara Departemen Luar Negeri AS John Kirby mengatakan bahwa AS mendesak Turki untuk menahan untuk menjatuhkan hukuman berat setelah upaya kudeta gagal yang dilakukan militer.

Dia (Kerry) menjelaskan bahwa AS bersedia untuk memberikan bantuan kepada otoritas Turki untuk melakukan penyelidikan ini, tapi sindiran publik atau klaim tentang peran apa pun oleh Amerika Serikat dalam upaya kudeta yang gagal, benar-benar palsu dan berbahaya bagi hubungan bilateral kita,� kata Kirby.

 Partai Erdogan Dalang Kudeta Militer 
https://cdn.sindonews.net/dyn/960/photos/2016/07/16/18754/71570-kudeta-gagal-tentara-turki-dipukuli-warga-sipil-hek_highres.jpgTentara yang melakukan aksi kudeta di hukum warga di Turki [Reuters] 
Turki dilanda kudeta militer pada Jumat 15 Juli 2016 malam waktu setempat. Beruntung, kudeta tersebut berhasil digagalkan. Presiden Recep Tayyip Erdogan segera menudingkan jari kepada Fethullah Gulen dan pengikutnya sebagai dalam di balik kudeta tersebut.

Merasa tidak terima, ulama yang tinggal di Pennsylvania, Amerika Serikat (AS) itu menuduh balik Erdogan sebagai dalang di balik kudeta tersebut. Gulen bahkan menyamakan mantan sahabat dekatnya itu dengan pemimpin Nazi, Adolf Hitler.

Ada kemungkinan bahwa kudeta itu dipentaskan oleh Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) pimpinan Erdogan. Tujuannya tidak lain adalah untuk memelihara tuduhan kepada para pengikut Gulen dan pihak militer,� ujar salah satu ulama terkemuka Turki itu di Pennsylvania, seperti dimuat Russia Today, Minggu (17/7/2016).

Erdogan juga menuntut pemerintahan Barack Obama untuk mengekstradisi pemimpin kelompok Hizmet itu dari AS. Atas tuntutan itu, Gulen mengaku tidak resah. Ia memegang kartu hijau AS sehingga mendapatkan status permanent resident meski tidak berstatus warga Negeri Paman Sam.

Saya tidak yakin dunia akan menganggap serius tuduhan Presiden Erdogan terhadap saya,� tutur pria berusia 75 tahun itu. Pun begitu, Gulen mengutuk aksi kekerasan yang dilakukan untuk mendongkel Erdogan dari posisinya.

Sedikitnya 265 orang tewas setelah usaha kudeta militer itu gagal dilaksanakan. Lebih dari 2.800 personel militer telah ditangkap dan 2.700 di antaranya dibebastugaskan. Selain itu, sekira 2.745 hakim dipecat oleh pemerintah Turki pasca kudeta tersebut. (wab)

  ? Okezone  


Demikian artikel tentang [Dunia] Pasca Kudeta Gagal Di Turki ini dapat kami sampaikan, semoga artikel atau info tentang [Dunia] Pasca Kudeta Gagal Di Turki ini, dapat bermanfaat. Jangan lupa dibagikan juga ya! Terima kasih banyak atas kunjungan nya.

[Dunia] Kepala Staf Militer Turki Diselamatkan

Info informasi [Dunia] Kepala Staf Militer Turki Diselamatkan atau artikel tentang [Dunia] Kepala Staf Militer Turki Diselamatkan ini semoga dapat bermanfaat, dan menambah wawasan. Selamat Membaca! Jangan lupa dishare juga! Jika merasa artikel ini bermanfaat juga untuk orang lain.
Usai Ditawan Pemberontak saat Kudeta https://img.okezone.com/content/2016/07/16/18/1439478/usai-ditawan-pemberontak-saat-kudeta-kepala-staf-militer-turki-diselamatkan-g2WKaoNWe7.jpgKepala staf militer Turki Jendral Hulusi Akar (Daily Sabah)

Kepala staf militer Turki Jenderal Hulusi Akar dilaporkan berhasil diselamatkan usai ditawan oleh pemberontak ketika mereka sedang melakukan kudeta.

Sebagaimana dikutip dari Anadolu Agency, Sabtu (16/7/2016), Jenderal Hulusi Akar berhasil diselamatkan oleh operasi yang dilancarkan di sebuah pangkalan udara yang berlokasi di wilayah terpencil Ankara.

Media resmi Turki tersebut mewartakan bahwa Jenderal Hulusi Akar sudah dibawa pihak militer ke lokasi yang aman saat ini.

CNN Turki mewartakan, pada awalnya Akar dijadikan sandera oleh pemberontak di markas militer di Ankara dan dipindahkan ke Markas Udara Akincilar menggunakan helikopter yang dikendalikan oleh pemberontak.

Dikabarkan, saat ini Akar akan mengambil alih komando operasi untuk melawan para komplotan yang memulai kudeta tersebut.

Selain itu dari kabar terbaru, pejabat Turki mengatakan setidaknya 1.563 tentara telah ditangkap oleh otoritas Turki usai terlibat dalam usaha kudeta yang gagal. Markas militer Turki yang sempat dikuasai oleh pemberontak kudeta dikabarkan saat ini sudah kembali dikuasai oleh pasukan pro-pemerintah. (emj)

 Turki Pecat 2.745 Hakim 


Pasca kudeta militer oleh ratusan tentara, Pemerintah Turki terpaksa mengambil langkah-langkah strategis untuk memulihkan dan menguasai kembali pemerintahan.

Pemerintah Turki dilaporkan telah memecat 2.745 orang hakim terkait aksi kudeta militer. Pemecatan itu berdasarkan keputusan dari Dewan Tinggi Hakim dan Jaksa (HSYK) Turki.

Bahkan, lima anggota HSYK sendiri juga ikut dipecat. Informasi tersebut diperoleh dari laporan media lokal di Turki. Demikian sebagaimana dilansir Reuters, Sabtu (16/7/2016).

Meskipun kondisi di Turki sudah berangsur pulih, tapi tindakan strategis tampaknya harus segera diambil oleh Pemerintah Turki untuk mengendalikan pemerintahan.

Keputusan itu adalah bagian dari janji Presiden Erdogan untuk melawan segala tindakan kudeta yang melawan pemerintah sah Turki.

 100 Perwira Militer Kembali Ditahan Polisi Turki 
Penahanan 100 tentara Turkli kembali terjadi (Foto: Reuters)Penahanan 100 tentara Turkli kembali terjadi (Reuters)

Petugas kepolisian Turki kembali menahan lebih dari 100 orang perwira militer dekat pangkalan udara Diyarbakir, Turki.

Penahanan ini dilakukan setelah ratusan tentara berusaha melakukan kudeta militer terhadap Presiden Erdogan.

Pangkalan udara militer di Diyarbakir dalam satu tahun ini digunakan sebagai pusat utama operasi udara pada tahun lalu untuk melawan Partai Pekerja Kurdistan (PKK). Demikian sebagaimana dilansir Reuters, Sabtu (16/7/2016).

Pasca dilakukan kudeta militer, tidak ada saatu pun pesawat yang melakukan lepas landas atau mendarat di pangkalan udara tersebut.

Selain di Diyarbakir, sejumlah tentara juga ditahan di sejumlah pangkalan militer dekat provinsi tenggara Kurdi di Sanliurfa, Hakkari dan Bingol.

 Korban Kudeta Militer Bertambah, 2.800 Ditangkap, 265 Tewas, 1.440 Luka-luka 

Pasca dilakukan kudeta militer di Turki, korban jiwa terus bertambah dan suasana di Turki masih mencekam.

Informasi terbaru dari Perdana Menteri (PM), Binali Yildirim Turki menyebutkan bahwa insiden semalam telah menyebabkan 2.839 orang ditangkap, 265 tewas dan 1.440 orang mengalami luka-luka. Demikian sebagaimana dilansir Reuters, Sabtu (16/7/2016).

Menurut Yildirim, tentara yang ditangkap adalah terdiri dari prajurit biasa maupun perwira tinggi serta 20 dari perencana kudeta telah tewas dan 30 terluka dalam bentrokan semalam.

Sementara itu, laporan dari kepala staf angkatan bersenjata Umit Dundar dalam konfrensi pers menyebut lebih dari 190 warga telah tewas sejak kudeta diluncurkan.

"1.563 tentara ditahan, dan 104 militer pembelot tewas dalam bentrokan. Selain itu, 90 orang lainnya juga tewas, termasuk 41 polisi, dua tentara pro-pemerintah dan 47 warga sipil, "ujarnya.

Kendati demikian, berdasarkan informasi dari sejumlah media masa, kondisi keamanan di Turki telah berangsur pulih. Bahkan, Pemerintah Turki di bawah kepemimpinan Presiden Erdogan telah mengambil langkah strategis untuk menyelamatkan negara. (FIK)

 Jet Tempur Tembak Jatuh Helikopter Tentara Kudeta 

Sebuah jet tempur Turki menembak jatuh satu helikopter militer di atas ibu kota Ankara yang sedang digunakan komplotan yang mencoba berkudeta Turki, penyiar NTV mengatakan pada hari Sabtu.

Secara terpisah, kantor berita Anadolu yang dikelola negara Turki mengatakan 17 polisi tewas di markas pasukan khusus di Ankara.

Sementara CNN Turki melaporkan bahwa tiga bom telah dijatuhkan di luar gedung parlemen di Ankara.

Unit Intelijen Nasional Turki mengklaim telah mengalahkan para pelaku kudeta Turki. "Unit Intelijen Nasional mengumumkan para pekudeta Turki telah dikalahkan," kata Rinuh Yilmaz, press officer untuk organisasi intelijen nasional.

Dalam laporan terbarunya, CNN juga menayangkan video yang memuat bentrokan antara pasukan militer dengan para pendemo di jalanan. (uky)

 Erdogan Salahkan Kelompok Gullen 

Foto Fetullah Gullen (Foto: Reuters)Fetulah Gullen [Reuters]

Presiden Recep Tayyip Erdogan menuturkan usaha kudeta militer Turki yang gagal didalangi oleh kelompok Gullen.

Pada pernyataannya yang ia sampaikan di depan usai mendarat di Bandara Istanbul, Turki, Erdogan menyatakan usaha kudeta militer Turki berhasil digagalkan. Ia menegaskan kudeta tersebut dilakukan oleh kelompok minoritas di dalam militer.

Tampaknya yang ia maksud kelompok minoritas adalah kelompok Gullen yang dipimpin oleh Fetullah Gullen.

Muhammed Fethullah Gulen adalah seorang penulis, politikus dan penceramah Turki, ia adalah pendiri Hizmet atau yang dikenal di barat sebagai Gulen Movement. Saat ini ia dilaporkan berada dalam pengasingan di Pennsylvania, Amerika Serikat (AS).

Kelompok Gullen sendiri sudah dinyatakan sebagai kelompok teroris oleh pemerintahan Turki di bawah kepemimpinan Erdogan.

Sebagaimana dikutip dari World Bulletin, Sabtu (16/7/2016) secara gamblang Edogan mengatakan bahwa Fetullah Gullen bertanggung jawab atas usaha kudeta Turki tersebut dan ia dengan keras menyatakan siapapun yang bertanggung jawab atas usaha kudeta Turki ini akan membayar mahal atas tindakannya tersebut.

 Kolonel Muharrem Kose Diduga Sosok Kunci Kudeta Militer Turki 

Media Turki, Anadolu Agency melaporkan pada Sabtu (16/7/2016), seorang pejabat militer berpangkat tinggi mendadak dicopot jabatannya di tengah-tengah kondisi yang sedang kacau balau di Ankara dan Istanbul.

Penegak hukum tersebut disebut-sebut berpangkat kolonel, yakni Muharrem Kose. Diduga kuat, petinggi militer ini memiliki afiliasi dengan Gerakan Gullen, yang diyakini Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Perdana Menterinya sebagai dalang dibalik kudeta militer pada Sabtu dini hari tadi.

Belum banyak hal diketahui terkait Kose, akan tetapi dia baru saja dipecat dari posisinya sekira pukul 02.14 waktu setempat. Bersama dia, sejumlah petinggi militer juga ikut dicopot jabatannya. Antara lain, Mehmet Oguz Akkus, Kolonel Erkan Agin and Mayor Dogan Uysal.

Laporan lain yang dihimpun media lokal mengatakan, kudeta militer di Turki merupakan hasil rancangan Dewan Perdamaian di Turki.

Meskipun pemerintah telah mengumumkan bahwa pusat pemerintahan telah diambil alih. Akan tetapi, dua kota utama di Turki, yakni Istanbul dan Ankara masih bergejolak. Pendukung setia Erdogan turun ke jalan, mengambil tank-tank dan menyerukan dukungan kepada presiden dan PM mereka. Sementara aparat terus menangkapi mereka-mereka yang terlibat aksi kudeta.

Pada Sabtu pagi tadi, saksi mata dari Reuters menuturkan bahwa gedung parlemen sedikitnya telah dihantam tiga kali. Asap tampak membumbung tinggi di atas gedung.

Anggota legislatif yang berada di dalamnya terkepung, tak bisa keluar. Mereka bersembunyi di dalam gedung parlemen di Ankara. Akibat tembakan dari tank-tank militer pelaku kudeta, banyak pejabat di dalamnya terluka. (emj)

 ? Okezone  


Demikian artikel tentang [Dunia] Kepala Staf Militer Turki Diselamatkan ini dapat kami sampaikan, semoga artikel atau info tentang [Dunia] Kepala Staf Militer Turki Diselamatkan ini, dapat bermanfaat. Jangan lupa dibagikan juga ya! Terima kasih banyak atas kunjungan nya.

[Dunia] Upaya Kudeta Turki Gagal

Info informasi [Dunia] Upaya Kudeta Turki Gagal atau artikel tentang [Dunia] Upaya Kudeta Turki Gagal ini semoga dapat bermanfaat, dan menambah wawasan. Selamat Membaca! Jangan lupa dishare juga! Jika merasa artikel ini bermanfaat juga untuk orang lain.
Tembakan dan Ledakan Warnai Upaya Kudeta di Turki https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjTl4URC1ddSJjxqQqDP0CILdF_AXO3I_UiSWoAMnGS4816FHYUO21OfWkkCeLVvb481hvj9TMJi9V5cJS-a17Y0VKOsAAEvgiOM8NGeIEOJdFEZ7hOq_mKbiALxYA7taUKXEX4OMwYKxk/s1600/2058574_20150608125913Credit+to+Eko+Jasindo.jpgTembakan dan ledakan terdengar di Ankara dan Istanbul di tengah upaya kudeta pemerintahan Recep Tayyip Erdogan di Turki. (Reuters/Stringer)

Tembakan dan ledakan terdengar di Ankara dan Istanbul di tengah upaya kudeta pemerintahan Recep Tayyip Erdogan di Turki. Sebuah faksi militer menyatakan mengambil alih pemerintahan, sementara pemerintah Erdogan menyerukan rakyat untuk melawan.

Dilaporkan Reuters, tank mengeluarkan tembakan dekat gedung parlemen di Ankara pada Sabtu dini hari (16/7). Suara tembakan pistol juga terdengar beberapa kali di Istanbul.

Suara ledakan beberapa kali terdengar di dua kota penting Turki tersebut. Saksi yang dikutip Reuters mengatakan, ledakan terus menggema di Istanbul. Sementara di Ankara sebuah bom mengenai gedung parlemen yang dikepung tank.

Di Istanbul, militer menutup dua jembatan yang melintasi Selat Bosphorus. Kantor berita Anadolu mengatakan 17 orang polisi terbunuh di markas pasukan khusus Ankara, namun laporan ini belum dikonfirmasi kebenarannya.

Stasiun televisi Turki, NTV melaporkan pesawat jet tempur F-16 milik militer Turki menembak jatuh sebuah helikopter militer yang digunakan oleh faksi pendukung kudeta. Dalam hal ini, terlihat perpecahan dari dalam tubuh militer.

Erdogan dalam sebuah wawancara melalui aplikasi Facetime mengatakan upaya kudeta tersebut tidak bisa dibenarkan. Dia menyerukan masyarakat Turki turun ke jalan melawan upaya penggulingan pemerintahannya.

"Turunlah ke jalan dan beri mereka jawaban," kata Erdogan dalam wawancara itu.

Tidak lama setelah seruan itu, gelombang perlawanan masyarakat terlihat di Istanbul. Dikutip The Guardian, pada pukul 2.20 pagi rakyat di Istanbul turun ke jalan, mengibarkan bendera Turki.

Mereka menentang kudeta militer terhadap Erdogan. Aksi protes yang sama terjadi di Bandara Internasional Ataturk dan beberapa lingkungan perumahan di Istanbul.

 Rakyat Turki Mengadang Tank Militer 
Lawan Kudeta, Rakyat Turki Mengadang Tank MiliterRibuan orang turun ke jalan-jalan kota Istanbul dan Ankara dalam upaya melawan kudeta oleh militer seperti yang diserukan oleh Presiden Erdogan. (Reuters)

Ribuan orang turun ke jalan-jalan kota Istanbul dan Ankara dalam upaya melawan kudeta oleh militer. Sebelumnya, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan telah menyerukan rakyat Turki untuk melakukan perlawanan ke jalan.

Dalam berbagai foto Reuters terlihat rakyat Turki mengadang tank-tank militer, salah satunya yang berada di Bandara Internasional Ataturk, Istanbul. Kumpulan massa juga terlihat di Taksim Square, alun-alun kota Istanbul yang menjadi saksi berbagai demonstrasi besar.

Di Taksim, tembakan dilepaskan ke udara oleh militer. Gas air mata juga dilepaskan. Massa juga bergerak menuju jembatan yang melintasi selat Bosphorus yang ditutup aksesnya oleh militer.

Jaringan televisi DHA TV di Turki menayangkan gambar massa yang mengepung kendaraan militer. Mereka berteriak, mengibarkan bendera dan melayangkan tinju ke arah tentara.

Sementara itu, tentara tidak berdaya berada di belakang tameng mereka. Dalam salah satu video, seorang polisi dan tentara terlibat adu mulut.

Saksi mata kepada CNN mengatakan, ada sekitar 1.000 orang yang saat ini berada di bandara Ataturk, beberapa di antara mereka bahkan telah berkumpul di landasan pacu bandara yang ditutup itu.

Beberapa ledakan dan suara tembakan terdengar di Istanbul dan Ankara. Presiden Erdogan dalam wawancara dengan CNN Turk melalui aplikasi FaceTime mengatakan akan bergabung bersama rakyat di Ankara.

Erdogan kini dalam kondisi aman, diduga di Marmaris tempatnya berlibur.

 Tentara Turki Menyerah 
Upaya Kudeta Gagal, Tentara Turki MenyerahPuluhan tentara Turki yang menjadi bagian dari upaya kudeta menyerah pada polisi. Tindakan dilakukan setelah pemerintah Turki menyatakan upaya kudeta telah gagal. (Reuters)

Puluhan tentara Turki yang menjadi bagian dari upaya kudeta menyerah pada polisi. Tindakan dilakukan setelah pemerintah Turki menyatakan upaya kudeta telah gagal.

Diberitakan Reuters, sekitar 30 tentara Turki menyerahkan senjata mereka setelah dikepung polisi di Taksim Square, pusat kota Istanbul.

Para tentara menyerahkan senjata mereka dan digiring ke dalam mobil polisi. Sementara itu di udara terlihat jet tempur yang terbang rendah dengan suara yang memekakkan telinga.

Berbagai gambar tentara yang menyerahkan diri juga tersebar di internet.

Dalam akun Twitter diplomat Turki di perwakilan Washington, AS, terdapat foto beberapa tentara Turki yang dibekuk saat mencoba mengambil alih istana kepresidenan. Mereka terlihat digiring oleh polisi dengan tangan terikat dan kepala tertunduk.

Dalam foto lainnya, terlihat belasan tentara duduk di sebuah ruangan, sementara di tengahnya ada seorang polisi yang mengacungkan pistol.

Walau pemerintah Turki menyatakan kudeta militer telah gagal, namun situasi di Istanbul dan Ankara masih genting. Tentara dilaporkan menyerbu masuk ke kantor media.

Diberitakan CNN, penyiar berita stasiun televisi CNN Turk di gedung Dogan Media Center mengatakan tentara telah memasuki bangunan tersebut.

"Kami tidak tahu kapan masih bisa meneruskan siara, sekitar lima atau 10 menit lalu mereka masuk," ujar penyiar.

Sebelumnya CNN Turk menyiarkan wawancara dengan Presiden Recep Tayyip Erdogan menggunakan aplikasi FaceTime di iPhone. Dalam wawancara tersebut, Erdogan menyerukan rakyat Turki melawan kudeta, memicu ribuan orang turun ke jalan.

Bangunan Dogan Media Center juga merupakan kantor dari beberapa media lainnya, seperti koran Hurriyet Daily News dan stasiun Kanal D.

Di awal upaya kudeta, tentara menguasai stasiun televisi pemerintah, TRT, dan mengumumkan jam malam serta darurat militer. Dalam siaran tersebut, militer mengatakan pemerintah Erdogan telah mengikis demokrasi dan hukum sekuler di Turki.

Tidak lama setelah itu, siaran TRT terhenti dan baru menyala pada dini hari Sabtu (16/7).

Sementara itu Reuters memberitakan, dua ledakan kembali terdengar di dekat gedung parlemen Ankara. Anggota parlemen yang berhasil dihubungi lewat telepon mengatakan mereka bersembunyi di ruang perlindungan gedung.

Saat awal kudeta, bandara ditutup, akses ke sosial media terhenti dan tentara menutup akses jembatan di atas selat Bosphorus, Istanbul.

Pemerintah Turki menyatakan upaya kudeta itu gagal, sementara para petinggi militer mengatakan bahwa mereka tidak merestui insiden tersebut. Menurut mereka, kudeta dilakukan oleh segelintir faksi militer, terutama para ulama Turki yang berada di Amerika Serikat, Fethullah Gulen. (den)

 ? CNN  


Demikian artikel tentang [Dunia] Upaya Kudeta Turki Gagal ini dapat kami sampaikan, semoga artikel atau info tentang [Dunia] Upaya Kudeta Turki Gagal ini, dapat bermanfaat. Jangan lupa dibagikan juga ya! Terima kasih banyak atas kunjungan nya.

[Dunia] Militer Berupaya Lakukan Kudeta di Turki

Info informasi [Dunia] Militer Berupaya Lakukan Kudeta di Turki atau artikel tentang [Dunia] Militer Berupaya Lakukan Kudeta di Turki ini semoga dapat bermanfaat, dan menambah wawasan. Selamat Membaca! Jangan lupa dishare juga! Jika merasa artikel ini bermanfaat juga untuk orang lain.
Militer menangkap seorang polisi di perbatasan [AP] ?

Sebagian pasukan militer Turki dilaporkan berupaya melakukan kudeta. Dua jembatan strategis yang membentang di atas Selat Bosporus diblokade.

Berdasarkan media di Belanda dan Reuters yang dipantau detikcom, Sabtu (16/7/2016), dilaporkan pesawat-peawat jet tempur melakukan terbang rendah di Ankara. Tembakan-tembakan dilepaskan.

Reuters bahkan melaporkan bahwa militer Turki telah mengambil alih kekuasaan. "Kami melakukan ini demi kepentingan demokrasi di negara ini," demikian pernyataan militer.

Dikabarkan, Bandara Istanbul telah diambil alih.

 Presiden Erdogan Sedang di Mongolia 

Sebagian pasukan militer Turki saat ini dilaporkan melakukan kudeta, berusaha menjungkalkan kepemimpinan yang sah. Bandara Istanbul diambil alih, dua jembatan strategis Bosporus diblokade.

Meski situasi di Turki sedang bergolak, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan sedang berada di Mongolia.

Juga dilaporkan pesawat-pesawat tempur terbang rendah di langit Ankara dan tembakan-tembakan dilepaskan, demikian dipantau detikcom dari media Belanda dan Reuters, Sabtu (16/7/2016).

Bahkan Reuters melaporkan bahwa militer Turki telah mengambil alih kekuasaan.

"Kami melakukan ini demi demokrasi di negara ini. Hak-hak Asasi Manusia tetap dijunjung tinggi," demikian pernyataan militer.

 Jenderal Senior dan Sejumlah Perwira Militer Turki Ditawan 

Terjadi kudeta di Turki. Kepala Staf Angkatan Bersenjata Turki Jenderal Hukusi Akar dan sejumlah perwira ditawan oleh pasukan pelaku kudeta.

Stasiun televisi Turki NTV, Sabtu (16/7/2016) melaporkan bahwa Jenderal Hulusi Akar ditawan. Sedangkan CNN Turki melaporkan ada sejumlah perwira ditawan di markas besar angkatan bersenjata di Ankara, Ibu Kota Turki.

Sebagian pasukan yang melakukan aksi kudeta itu bertindak tidak atas nama para petinggi militer, demikian dikutip dari Reuters.

Sementara itu Presiden Erdogan yang sedang melakukan kunjungan di Mongolia, dilaporkan telah dibawa ke tempat yang aman.

Suasana di Turki, pesawat-pesawat tempur terbang rendah di langit Ankara dan tembakan-tembakan dilepaskan. Bahkan Reuters melaporkan bahwa militer Turki telah mengambil alih kekuasaan. (es/dnu)

 Militer Turki Klaim Telah Ambil Alih Kekuasaan 

Angkatan bersenjata Turki berupaya melakukan kudeta. Militer Turki mengatakan, mereka telah mengambil alih kekuasaan di negara itu untuk melindungi tatanan demokrasi dan mempertahankan hak asasi manusia.

Kudeta ini berlangsung pada Jumat (15/7) waktu Turki. Pihak militer mendalangi upaya ini.

Dilansir dari Reuters, Sabtu (16/7/2016), dalam sebuah pernyataan yang dikirim melalui email dan dilaporkan pada saluran TV Turki, militer mengatakan semua hubungan luar negeri yang ada di Turki akan dipertahankan. Serta aturan hukum akan tetap menjadi prioritas.

Sementara itu, Perdana Menteri Turki mengatakan, faksi di tubuh militer telah berusaha untuk merebut kekuasaan. Akan tetapi, militer akan dihalau mundur sehingga salah jika dikatakan sebagai serangan kudeta.

Suasana di Turki, pesawat-pesawat tempur terbang rendah di langit Ankara dan tembakan-tembakan dilepaskan. Bahkan Reuters melaporkan bahwa militer Turki telah mengambil alih kekuasaan.

Sementara itu Presiden Erdogan yang sedang melakukan kunjungan di Mongolia, dilaporkan telah dibawa ke tempat yang aman. (dnu/dnu)

 Militer Turki Ambil Alih Stasiun Televisi TRT 

Setelah menahan jenderal senior dan sejumlah perwira, pasukan militer Turki dilaporkan mengambil alih stasiun televisi TRT milik pemerintah.

Sebagaimana dilansir Reuters, Sabtu (16/7/2016), pihak militer melakukan aksi kudeta ini.

Gambar-gambar pengambilalihan stasiun saluran resmi pemerintah Turki juga beredar di Twitter, namun keasliannya belum bisa dipastikan.

Sementara itu Presiden Erdogan yang sedang melakukan kunjungan di Mongolia, dilaporkan telah dibawa ke tempat yang aman.

Suasana di Turki, pesawat-pesawat tempur terbang rendah di langit Ankara dan tembakan-tembakan dilepaskan. Bandara Istanbul diambil alih, dua jembatan strategis Bosporus diblokade. Bahkan Reuters melaporkan bahwa militer Turki telah mengambil alih kekuasaan. (es/dnu)

 Militer Turki Klaim Ambil Alih Kekuasaan, PM Turki Nyatakan Masih Berkuasa 
Militer Turki Klaim Ambil Alih Kekuasaan, PM Turki Nyatakan Masih BerkuasaPerdana Menteri Turki Binali Yildirim (BBC World)

Faksi di tubuh militer Turki pada Jumat (15/7) berupaya melakukan kudeta. Akan tetapi, PM Turki mengklaim pemerintah masih berkuasa.

Jika kudeta militer ini berhasil, penggulingan Presiden Recep Tayyip Erdogan yang telah memerintah Turki sejak tahun 2003 akan menjadi salah satu perubahan terbesar dalam kekuasaan di Timur Tengah dalam beberapa tahun. Perubahan pemerintahan ini juga berpotensi mengubah salah satu sekutu AS paling penting di wilayah tersebut.

Dilansir dari Reuters, Sabtu (16/7/2016), Perdana Menteri Turki, Binali Yildirim mengatakan pemerintah terpilih tetap di kantor. Ia mengatakan tidak ada perintah segera dari Erdogan. Sebuah sumber dikantornya mengatakan Yildirim aman.

Sementara itu, pantauan di lokasi bandara ditutup, akses situs media sosial dan internet terputus, dan pasukan militer telah menutup dua jembatan di atas Bosphorus di Istanbul. Salah satu dari jembatan itu masih menyala merah, putih, dan biru dalam solidaritas dengan korban serangan truk Bastille Day di Prancis, pada hari sebelumnya.

TRT, televisi negara Turki mengungumkan ke seluruh negeri terkait kabar upaya militer melakukan kudeta. Seorang penyiar membacakan sebuah pernyataan atas perintah militer yang menuduh pemerintah mengikis aturan demokratis dan hukum sekuler. Pernyataan itu berbunyi, negara ini akan dijalankan oleh "dewan perdamaian" yang akan menjamin keamanan penduduk.

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, John Kerry dan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov, melakukan pembicaraan bersama-sama setelah pembicaraan di Moskow. Kedua negara mengatakan, mereka berharap pertumpahan darah akan dihindari.

Turki adalah anggota NATO dengan kekuatan militer terbesar kedua di aliansi barat. Turki adalah salah satu sekutu paling penting bagi AS dalam memerangi ISIS.

Turki adalah pendukung utama penentang Presiden Suriah, Bashar Al Assad dalam perang saudara negara itu, dan Turki adalah tuan rumah untuk dua juta pengungsi Suriah. (dnu/dnu)

 Umumkan Jam Malam dan Pemberlakuan Konstitusi Baru 


TV Pemerintah TRT sudah dikuasai militer. Tak lama kemudian siaran TV menyampaikan berlakunya jam malam. Konstitusi baru akan segera diberlakukan.

Demikian siaran televisi saluran resmi milik pemerintah, TRT, yang telah berhasil diambil alih oleh militer pelaku kudeta, dipantau detikcom Sabtu (16/7/2016) pagi.

"Akan segera dibentuk Dewan Perdamaian yang menjamin keamanan warga, tidak pandang agama, ras dan kebangsaan," bunyi siaran.

Sebuah faksi militer bergerak melakukan kudeta dan mengambil alih lokasi-lokasi strategis di Turki dan Istanbul. Beberapa jembatan juga sudah dikuasai. Militer pelaku kudeta menempatkan pasukan di berbagai posisi penting. (es/dra)

 Erdogan Serukan Perlawanan 
Presiden Erdogan Serukan Perlawanan dan Minta Rakyat Turun ke JalanPresiden Erdogan menyeru rakyatnya untuk melakukan perlawanan terhadap militer pelaku kudeta. Seruan disampaikan melalui Facetime.

"Kita akan mampu memulihkan keadaan. Bangsa kita harus turun ke jalan untuk memberi perlawanan terhadap pemberontakan ini," kata Erdogan, Sabtu (16/7/2016).

"Mereka yang berada di belakang kudeta ini akan menanggung konsekuensi berat. Situasi yang muncul saat ini akan terselesaikan dalam waktu singkat," bunyi pesan Erdogan.

Perkembangan baru dari Erdogan juga menepis bahwa dia sedang di Mongolia. Dalam pernyataannya Erdogan memberitahukan bahwa dia dalam perjalanan menuju Ankara. (dra/dra)

 Rakyat Mulai Turun ke Jalan di Turki, Tolak Kudeta Militer 
Massa Turki Turun ke Taksim Square Istanbul, Militer Terus BerkeliaranFaksi di tubuh militer Turki melakukan upaya kudeta. Tapi rupanya, kudeta ini disambut demonstrasi warga Turki. Jalanan di Turki mulai dipadati mayarakat yang menyerukan menolak kudeta.

Seperti dilansir AFP, Sabtu (16/7/2016) pasukan militer dan masyarakat bertemu di jalan. Sambil membawa bendera Turki, masyarakat melakukan protes. Beberapa tentara merespons dengan melakukan penembakan senjata ke atas.

Beberapa kali juga terdengar suara ledakan di Ibu Kota Turki Ankara. Saat ini pasukan militer pelaku kudeta tersebar di jalan dan menguasai posisi vital mulai dari stasiun TV nasional Turki hingga gedung pemerintahan dan parlemen.

Belum diketahui siapa pemimpin kudeta. Presiden Erdogan sendiri sudah menyerukan perlawanan dan meminta rakyatnya turun ke jalan. (dra/dra)

 Massa Turki Turun ke Taksim Square Istanbul, Militer Terus Berkeliaran 
Militer Turki berada di Taksim Square dan Bosphorus (Reuters/Murad Sezer)

Ribuan massa berkerumun di Taksim Square, Istanbul, Turki, menyusul upaya kudeta yang dilakukan oleh faksi di tubuh militer Turki. Padahal di lokasi yang sama, pihak militer berkeliaran juga.

Foto-foto yang dilansir AFP dan Reuters, Sabtu (16/7/2016) menunjukkan para personel militer bersenjata berkeliaran pada Jumat (15/7) waktu setempat. Mereka ada di Taksim Square hingga Selat Bosporus.

Di keremangan, nampak massa berlarian. Dilansir dari Independent, tembakan demi tembakan terjadi di Istanbul bagian tengah, yakni di Taksim Square itu sendiri saat massa berkumpul.

Belum terlalu jelas, apakah tembakan-tembakan itu menimbulkan korban jiwa atau tidak. Selain itu, dilaporkan pula ada ledakan di stasiun televisi milik pemerintah Turki yang berusaha diduduki militer pengkudeta Presiden Recep Tayyip Erdogan.

Dilaporkan, sebagian jembatan di selat Bosphorus dimatikan oleh pihak militer yang melancarkan kudeta. Sementara itu, Presiden Erdogan sedang tidak berada di Turki. (dnu/dnu)

 Pesawat Tempur Terbang Rendah 
Militer Pelaku Kudeta Turki Kerahkan Tank Kuasai Parlemen, Jet-jet Terbang RendahFaksi dalam militer Turki melakukan upaya merebut kekuasaan dari Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Militer Turki mengerahkan tank untuk kuasai parlemen Turki.

Dilansir dari AFP, Sabtu (16/7/2016) militer Turki mengerahkan tank di depan parlemen di ibu kota Ankara. Di Ankara juga terdengar ledakan kuat, belum diketahui sumber ledakan.

Sementara jet terus terbang di atas kota. Sedangkan Presiden Erdogan mengatakan komplotan kudeta tidak akan berhasil. Erdogan sudah menyerukan perlawanan.

Selain mengerahkan kekuatan ke gedung parlemen dan pemerintahan. Pasukan militer pelaku kudeta juga menguasai media, dengan mengambil alih stasiun TV.

Situasi di Turki di ibu kota Ankara dan juga di Kota Istanbul masih mencekam. (dra/dra)

  ? detik  


Demikian artikel tentang [Dunia] Militer Berupaya Lakukan Kudeta di Turki ini dapat kami sampaikan, semoga artikel atau info tentang [Dunia] Militer Berupaya Lakukan Kudeta di Turki ini, dapat bermanfaat. Jangan lupa dibagikan juga ya! Terima kasih banyak atas kunjungan nya.

[RIP] Dua Komandan Pasukan Elit Iran Tewas Di Suriah

Info informasi [RIP] Dua Komandan Pasukan Elit Iran Tewas Di Suriah atau artikel tentang [RIP] Dua Komandan Pasukan Elit Iran Tewas Di Suriah ini semoga dapat bermanfaat, dan menambah wawasan. Selamat Membaca! Jangan lupa dishare juga! Jika merasa artikel ini bermanfaat juga untuk orang lain.
Ilustrasi pasukan garda revolusi Iran [AP] ?

Media Iran melaporkan tewasnya dua komandan pasukan elite Garda Revolusi (IRGC) di Provinsi Aleppo, Suriah, pekan ini.

Seyyid Riza Mirasi, pensiunan kolonel IRGC, tewas pada awal pekan. Sedangkan Mayor IRGC Abulfazl Nikzad dilaporkan kehilangan nyawa dalam pertempuran antara pasukan Pemerintah Suriah dengan pasukan oposisi pada Rabu 13 Juli 2016.

Tewanya kedua perwira IRGC tersebut menambah jumlah pasukan Iran yang tewas di Suriah. Sebelumnya tiga perwira IRGC lain, salah satunya Kolonel Reze Rustemi Mukaddem, juga terbunuh di Aleppo yang menjadi wilayah pertempuran sengit antara pasukan Presiden Bashar al Assad dengan oposisi Suriah.

Laporan dari Middle East Monitor, Sabtu (16/7/2016), yang mengutip dari seorang komandan IRGC, menyebutkan setidaknya ada 1.200 tentara Iran yang tewas di Suriah sejak perang saudara di sana pecah pada 2011. Iran dan Lebanon ikut terjun dalam konflik tersebut untuk mendukung pasukan Pemerintah Suriah.

Pada pekan lalu, para aktivis Iran menyatakan kemarahan atas keikutsertaan puteri Presiden Suriah Bashar al Assad dalam sebuah kontes berkuda yang digelar di Teheran. Mereka menganggap keikutsertaan Zine al Sham yang berusia 13 tahun merupakan sebuah bentuk ketidakpedulian rezim Assad terhadap prajurit Iran yang telah terbunuh di Suriah. (dka)
 

  ? Okezone  


Demikian artikel tentang [RIP] Dua Komandan Pasukan Elit Iran Tewas Di Suriah ini dapat kami sampaikan, semoga artikel atau info tentang [RIP] Dua Komandan Pasukan Elit Iran Tewas Di Suriah ini, dapat bermanfaat. Jangan lupa dibagikan juga ya! Terima kasih banyak atas kunjungan nya.

[Dunia] Presiden Perancis Sebut Insiden Nice Serangan Teroris

Info informasi [Dunia] Presiden Perancis Sebut Insiden Nice Serangan Teroris atau artikel tentang [Dunia] Presiden Perancis Sebut Insiden Nice Serangan Teroris ini semoga dapat bermanfaat, dan menambah wawasan. Selamat Membaca! Jangan lupa dishare juga! Jika merasa artikel ini bermanfaat juga untuk orang lain.
Menewaskan sampai 80 orang lebih http://images.cnnindonesia.com/visual/2016/07/15/2f15124b-72fc-473d-b5ae-19f11d77651e_169.jpg?w=650Hollande menyatakan bahwa situasi darurat di Perancis yang dicanangkan setelah serangan pada November lalu, akan diperpanjang hingga tiga bulan ke depan. (French Pool via Reuters TV)

Presiden Perancis, Francois Hollande, menyatakan bahwa serangan di Nice yang menewaskan setidaknya 80 orang tak dapat dimungkiri lagi memang merupakan tindakan teroris.

"Tidak bisa disangkal ada karakteristik teroris dalam serangan yang merupakan bentuk paling ekstrem dari kekerasan. Jelas bahwa kami harus melakukan apa pun untuk melawan terorisme," ujar Hollande setelah mengadakan rapat mendadak pada Jumat (15/7) subuh, seperti dikutip Reuters.

Rapat di Kementerian Dalam Negeri Perancis itu rampung sekitar enam jam setelah serangan truk di Nice ini terjadi menjelang tengah malam pada Kamis (14/7).

Saat itu, warga sedang merayakan hari nasional Perancis atau yang biasa disebut Bastille Day.

Seperti dilansir CNN, pengendara truk itu menyetir dengan kecepatan tinggi sepanjang Promenade des Anglais dan menabraki kerumunan orang.

Setelah melakukan penyelidikan awal, polisi menemukan senapan, bahan peledak, serta granat di dalam truk itu. Saat ini, penyelidikan masih terus dilakukan di bawah lembaga antiteror Perancis.

Sementara itu, warga yang berada di sekitar kejadian diperintahkan untuk tetap berada di dalam rumah.

Hollande pun menyatakan bahwa situasi darurat di Perancis yang dicanangkan setelah serangan pada November lalu, akan diperpanjang hingga tiga bulan ke depan.

Pada 13 November tahun lalu, sebanyak 130 orang tewas dalam teror Paris di kafe, restoran, gedung konser Bataclan, dan stadion sepak bola Stade de France. ISIS mengklaim bertanggung jawab atas serangan.

 Saksi Mata Gambarkan Horor Teror Truk di Nice 
Saksi Mata Gambarkan Horor Teror Truk di NiceSedikitnya 80 orang tewas dan 100 lainnya terluka saat sebuah truk menabrak kerumunan massa di tengah perayaan Bastille Day itu. (Reuters/Eric Gaillard)

Warga setempat dan para pelancong menyaksikan dan mengalami kengerian insiden di kota Nice, serangan teror terbaru di Perancis. Sedikitnya 80 orang tewas dan 100 lainnya terluka dalam peristiwa yang terjadi di tengah perayaan Bastille Day itu.

Pelaku, seorang lelaki yang belum diketahui identitasnya menabrakkan truk yang dikendarainya ke kerumunan massa yang tengah menyaksikan kembang api, menjelang tengah malam, Kamis (14/7). Saksi mata, Dominique Molina dan suaminya Tony menyaksikan peristiwa itu dari atas balkon hotel mereka.

Molina mengatakan, truk berkecepatan sekitar 40 km per jam itu begitu saja menabrak orang-orang di jalan. Setelah itu, kata dia, terdengar suara tembakan senjata dan teriakan orang-orang. Setelah itu hening, mayat-mayat bergelimpangan di jalan.

Suaminya melihat sekitar 10 mayat yang terserak di jalan.

"Mayat-mayat itu seperti terduduk. Menyedihkan, karena keluarga menangis di samping mayat-mayat itu. Lalu kemudian mayat-mayat itu ditutupi kain," kata Molina, dikutip dari CNN.

Saksi dari balkon lainnya, Zeynep Akar, mengaku mendengar suara tabrakan dan orang-orang yang berteriak. Saat mendengar suara tembakan, dia langsung berlari ke dalam rumahnya dan mematikan lampu. Pemandangan setelahnya membuatnya terkejut.

"Banyak sekali orang terkapar di jalan," kata Akar.

Seorang saksi mata asal Amerika berdiri tidak jauh dari truk putih saat kendaraan itu menabrak ke kerumunan massa. Dia mengatakan, truk itu melindas orang-orang yang ada di sana. Saat menabrak orang-orang, truk itu tidak melambat, bahkan meningkatkan kecepatan.

"Awalnya terlihat seperti kecelakaan, tapi dengan cepat diketahui bahwa insiden ini disengaja," kata dia kepada CNN.

Insiden itu membuat massa berlarian dan mencari perlindungan, di antaranya ke hotel-hotel dan restoran terdekat. "Kami sedang makan dan kerumunan dalam jumlah banyak berlari ke arah kami, kami tidak tahu apa yang terjadi. Saya kemudian melihat banyak mayat," kata seorang warga, Maryam Violet.

Eric Dartell, berhasil selamat. Dia mengatakan, pemandangan usai peristiwa sangat mengerikan. "Anda bisa melihat benda-benda sepanjang jalan, mayat, sepeda, lampu jalan dan puing-puing," kata Dartell.

Seorang pejalan kaki, Franck Sidoli, juga menyaksikan horor dalam peristiwa itu. "Truk itu berhenti, sekitar lima meter dari saya. Seorang wanita di sana, dia kehilangan putranya. Putranya tergeletak di aspal, berdarah," kata Sidoli kepada Reuters.

Insiden ini merupakan serangan teror terbaru di Perancis setelah sekawanan teroris simpatisan ISIS menyerang Paris November tahun lalu, menewaskan 130 orang. Belum diketahui pelaku serangan kali ini.

Presiden Francois Hollande langsung pulang ke Paris dari perjalanan di selatan Perancis setelah serangan itu. Status darurat keamanan Perancis yang seharusnya berakhir dua pekan lagi diperpanjang hingga tiga bulan ke depan.

Hollande langsung memerintahkan siaga tentara dan gendarme. Pihak berwenang memerintahkan warga kota Nice untuk tetap di dalam rumah selama operasi pengamanan dan penyelidikan berlangsung.

 Pelaku Serangan Truk di Nice Teridentifikasi 
Pelaku Serangan Truk di Nice TeridentifikasiPelaku sudah tak asing lagi bagi kepolisian karena beberapa tindakan kejahatan yang dilakukan. (Reuters/Eric Gaillard)

Kepolisian Perancis telah mengidentifikasi pelaku serangan di Nice yang menewaskan setidaknya 84 orang pada Kamis (14/7) merupakan warga negara Perancis-Tunisia.

Seorang sumber kepolisian menuturkan kepada Reuters bahwa pria berusia 31 tahun tersebut lahir di Tunisia. Ia sudah tak asing lagi bagi kepolisian karena beberapa tindakan kejahatan yang dilakukan.

Namun, pria itu tidak ada dalam radar intelijen. Kini, aparat sedang menyelidiki kemungkinan adanya kaki tangan pria ini di Nice.

Hingga kini, belum ada kelompok yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan ini. Namun, Presiden Perancis, Francois Hollande, mengatakan bahwa serangan ini tak dapat dimungkiri lagi memang merupakan tindakan teroris.

"Tidak bisa disangkal ada karakteristik teroris dalam serangan yang merupakan bentuk paling ekstrem dari kekerasan. Jelas bahwa kami harus melakukan apa pun untuk melawan terorisme," ujar Hollande setelah mengadakan rapat mendadak pada Jumat (15/7) subuh.

Rapat di Kementerian Dalam Negeri Perancis itu rampung sekitar enam jam setelah serangan truk di Nice ini terjadi menjelang tengah malam, saat warga sedang merayakan hari nasional Perancis atau yang biasa disebut Bastille Day.

Seperti dilansir CNN, pengendara truk itu menyetir zigzag dengan kecepatan tinggi sepanjang Promenade des Anglais dan menabraki kerumunan orang.

Setelah melakukan penyelidikan awal, polisi menemukan senapan, bahan peledak, serta granat di dalam truk itu. Saat ini, penyelidikan masih terus dilakukan di bawah lembaga antiteror Perancis.

Sementara itu, warga yang berada di sekitar kejadian diperintahkan untuk tetap berada di dalam rumah.

Hollande pun menyatakan bahwa situasi darurat di Perancis yang dicanangkan setelah serangan pada November lalu, akan diperpanjang hingga tiga bulan ke depan.

Pada 13 November tahun lalu, sebanyak 130 orang tewas dalam teror Paris di kafe, restoran, gedung konser Bataclan, dan stadion sepak bola Stade de France. ISIS mengklaim bertanggung jawab atas serangan. Selasa kemarin, otoritas Perancis baru saja menyatakan telah mengidentikasi dalang serangan mematikan tersebut, berikut mengkelaim mengetahui organogram kelompok militan di Perancis. (stu)

 Italia Tingkatkan Keamanan Perbatasan Usai Teror di Nice 
Italia Tingkatkan Keamanan Perbatasan Usai Teror di NiceItalia meningkatkan keamanan perbatasan menyusul serangan teroris di kota Nice, Perancis, yang menewaskan 84 orang dan melukai 100 lainnya. (Reuters/Eric Gaillard)

Italia meningkatkan keamanan perbatasan menyusul serangan teroris di kota Nice, Perancis. Sebanyak 84 orang tewas dan 100 terluka saat pelaku menabrakkan truk ke kerumunan masyarakat di perayaan Hari Bastille.

Nice adalah kota yang terletak 30 km dari perbatasan Italia. Ada tiga perlintasan darat dari Perancis menuju Italia, termasuk jalur rel ke Kota Ventimiglia dari Nice.

Menteri Dalam Negeri Italia Angelino Alfano mengatakan peningkatan keamanan dilakukan di perbatasan antara Perancis dan Italia.

"Aparat keamanan kami tengah bekerja," kata Alfano di akun Twitternya.

Pelaku serangan di Nice diketahui adalah warga Perancis kelahiran Tunisia. Pelaku yang belum disebut namanya ini sempat menembaki polisi sebelum tewas tertembak aparat.

Sumber Reuters mengatakan, pelaku dikenal polisi atas kejahatan biasa, namun tidak masuk dalam radar intelijen.

Jumlah korban tewas dikhawatirkan akan bertambah, karena terdapat 18 korban yang tengah dalam kondisi kritis.

Serangan ini terjadi selang delapan bulan setelah komplotan simpatisan ISIS menyerang Paris, menewaskan 130 orang.

Usai serangan di Nice, Presiden Perancis Francois Hollande memperpanjang status darurat keamanan hingga tiga bulan ke depan. Dia juga menurunkan tambahan tentara dan aparat ke jalan-jalan kota. (den)

 ? CNN  


Demikian artikel tentang [Dunia] Presiden Perancis Sebut Insiden Nice Serangan Teroris ini dapat kami sampaikan, semoga artikel atau info tentang [Dunia] Presiden Perancis Sebut Insiden Nice Serangan Teroris ini, dapat bermanfaat. Jangan lupa dibagikan juga ya! Terima kasih banyak atas kunjungan nya.